Denpasar-Vietnam Jajaki Kerjasama ‘Sister City’

IB Rai Mantra (kiri) dan Pham Vinh Quang saling tukar menukar buku dan cinderamata. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Sebagai upaya menggali inovasi guna mendukung kemajuan daerah, Pemerintah Kota Denpasar kembali melaksanakan penjajakan kerjasama internasional. Kali ini, Pemkot Denpasar menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Vietnam.

Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dengan Dubes Vietnam, Pham Vinh Quang di Gedung Dharma Negara Alaya, Kota Denpasar, pada Senin (30/12/2019).

Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra dan Pham Vinh Quang saling bertukar buku dan cinderamata. Turut mendampingi wali kota, Kadis Pariwisata, Dezire Mulyani, Kadis Kebudayaan, IGN Bagus Mataram, Kadis Koperasi dan UMKM, Erwin Suryadarma Sena, Kadis Kominfo, I Dewa Made Agung, Kabag Kerjasama Setda Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswati.

Dubes Vietnam, Pham Vinh Quang mengatakan bahwa kunjungan kali ini merupakan silaturahmi sekaligus penjajakan kerja sama ‘sister city’ dengan Pemerintah Kota Denpasar. Adapun yang menjadi fokus kerja sama adalah heritage and tourism.

“Kehadiran kami di sini untuk menjajaki kerja sama sister city sehingga dapat memberikan manfaat maksimal bagi kedua belah pihak, dan gedung ini cukup bagus dan kreatif sebagai tempat pusat dari orange economy,” paparnya.

Sementara Rai Mantra mengatakan bahwa Kota Denpasar dan Vietnam, khususnya Kota Hue memiliki kemiripan dalam pengembangan heritage, tourism dan pariwisata budaya. Sehingga dirasa tepat untuk menjalin kerja sama guna mendukung kemajuan kedua daerah.

Komitmen ini pun sudah dijajaki sejak awal yang ditandai dengan dukungan Dubes Vietnam dalam gelaran Denpasar festival 2019 Color Run Vietnam Airlines dan Vietjet. Selain itu, Co Promotion Denpasar Festival juga turut dipromosikan oleh Kedutaan Besar Vietnam.

BACA JUGA:  Pasien Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar Capai 70,75 Persen

“Tentunya kami menyetujui rencana sister city antara Hue City-Kota Denpasar dengan ruang lingkup heritage and tourism. Dan hal ini dapat ditindak lanjuti dengan plan of action dalam waktu dekat,” demikian Rai Mantra. (tra)