Satreskrim Polresta Denpasar Ungkap 168 Kasus Kriminal Selama 2019

Para pelaku kejahatan dihadirkan saat Polresta Denpasar gelar rilis akhir tahun. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Dari bulan Januari hingga Desember 2019 Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Denpasar telah mengungkap sebanyak 168 kasus kriminal seperti pencurian dan pembunuhan.

“Ada kasus pencurian dengan pemberatan (curat), kasus pencurian sepeda motor (curanmor), kasus pencurian disertai kekerasan (curas) dan kasus pembunuhan,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan dalam rilis akhir tahun di Mapolresta Denpasar, Minggu (29/12/2019).

Kapolresta menerangkan, tahun ini pihaknya menerima laporan kasus curat sebanyak 77 kasus, 20 kasus curas, 173 kasus curanmor dan 3 kasus pembunuhan. Empat kasus di atas merupakan kasus menonjol sepanjang 2019 yang terjadi di wilayah hukum Polresta Denpasar.

Kasus besar yang diungkap oleh Satreskrim Polresta Denpasar yakni kasus perampokan Money Changer di Jalan Pratama, Kuta Selatan, Badung dengan tersangka dua warga negara asing asal Rusia, Georgii Zhukov (40) dan Robert Haupt (42).

Kemudian kasus perampokan terhadap WNA perempuan kelahiran Spanyol bernama Rosse Pie Leal (40) dengan TKP area tanah kosong tidak jauh dari Pantai Padang-padang, Kuta Selatan, Badung. Pelakunya bernama Arjuna Wiranata (25) dan ditangkap saat kabur keluar Bali.

Lalu kasus perampasan barang di Jalan By Pass Ngurah Rai, Sanur, Denpasar Selatan yang dilakukan dua pelaku bernama Made Deni alias Jery (27) dan M. Arif (20). Kasus ini ramai karena viral di media sosial.

“Untuk kasus perampokan money changer di Kuta Selatan, Badung dengan pelaku dua warga negara asing telah diputus pengadilan, dan mereka dihukum selama 7 tahun penjara,” papar Kombes Ruddi Setiawan. (agw)

BACA JUGA:  Cegah Kasus Pengeroyokan di Monang-maning Terulang, Polda Bali Larang Finance Gunakan Jasa Debt Collector