Wagub dan Sekda Bali Ikuti Persembahyangan ‘Bhumi Sudha’ di Pura Ulun Danu Batur

Ritual ‘Bhumi Sudha’ di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli.

Beritabalionline.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dan Sekretaris Daerah Dewa Made Indra melaksanakan persembahyangan serangkaian ritual “Bhumi Sudha” pada dua pura besar di Pulau Dewata.

Wagub Bali didampingi istri Tjok Istri Putri Hariyani Sukawati, Kepala Biro Kesra Anak Agung Griya serta segenap jajarannya melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian “Bhumi Sudha” di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli, Kamis (27/12/2019).

Di saat bersamaan, dengan didampingi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Bali, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian upacara Bhumi Sudha di Pura Pengubengan, Besakih, Karangasem.

“Upacara yang dilaksanakan secara rutin tiap setahun sekali pada Tilem sasih kaenem (bulan mati yang keenam dalam bulan Bali) tersebut bermakna membersihkan bhuana alit (diri) dan bhuana agung (lingkungan) dari cemer (kekotoran), dengan harapan jagat Bali beserta isinya selamat dan rahayu

“Harapannya, Bali bisa terbebas dari bencana, musibah, wabah penyakit, dan hal lain sebagainya yang bersifat negatif, karena seperti dipercayai umat Hindu, sasih (bulan) kaenem merupakan Nangluk Merana,” ujarnya,.

Senada dengan Sekda Made Indra, Pemangku Pura Pengubengan yang juga Pemangku Pura Agung Besakih Gusti Mangku Jana bahwa tujuan upacara Bhumi Sudha untuk memohon kerahayuan alam beserta isinya.

Upacara serupa menurutnya juga dilaksanakan pada hari yang sama di dua lokasi pura lainnya, yakni Pura Ulun Danu Batur dan Pura Segara Klotok. Prosesi diawali upacara Bhumi Sudha di Pura Pengubengan dan Ulun Danu Batur, selanjutnya tirta (air suci) di kedua pura tersebut “dipundut” atau dibawa ke Pura Segara Klotok.

BACA JUGA:  Pemprov Bali Keluarkan Kebijakan Diskon & Penghapusan Denda Pajak Kendaraan Bermotor

Selanjutnya “tirta” dijadikan satu dan dibagikan kepada perwakilan desa adat seluruh Bali guna sarana pembersihan di lingkungan desa adat masing-masing hingga lingkungan rumah warga.

Upacara atau ritual “Bhumi Sudha” kali ini dipimpin dua sulinggih (pendeta Hindu) Siwa-Budha yakni Ida Pedanda Budha Jelantik Duaja, Gria Budakeling, Karangasem dan Ida Pedanda Gede Wayahan Gianyar, Gria Mandara, Sidemen, Karangasem. (tra)