Banyak Makan Korban, PLN Larang Masyarakat Sambung Listrik dari Rumah ke Rumah

General Manager PLN UID Bali, Nyoman Suwarjoni Astawa pada acara Media Gathering di Hotel Santrian, Sanur. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Bali kembali mengingatkan agar masyarakat tidak menyalurkan apalagi menjual listrik dari rumah ke rumah karena hal itu selain melanggar aturan, juga sangat membahayakan pelakunya.

“Di dalam surat perjanjian jelas disebutkan bahwa tidak boleh menyalurkan, apalagi sampai menjual. Kalau sampai menjual, maka harusnya yang bersangkutan ngurus izin usaha penyediaan tenaga listrik, tarifinya juga ditentukan sesuai aturan yang berlaku,” kata General Manager PLN UID Bali, Nyoman Suwarjoni Astawa, dalam acara Media Gathering, di Sanur, Denpasar, Senin (23/12/2019).

“Kalau lingkupnya provinsi, maka yang menetapkan tarif listrik adalah gubernur. Sedangkan kalau lintas provinsi maka yang menentukan adalah Kementerian ESDM,” sambungnya di hadapan puluhan wartawan media cetak, elektronik dan media online yang selama ini menjadi mitra PLN UID Bali.

Selain melanggar aturan lanjut Astawa, penyaluran listrik dari rumah ke rumah juga membahayakan keselamatan masyarakat itu sendiri.

“Banyak sekali masyarakat terkena sengatan listrik akibat mereka menyentuh saluran atau kabel dari rumah ke rumah. Itu ada beberapa yang meninggal,” jelasnya.

Karenanya, Astawa menganjurkan agar masyarakat menjadi pelanggan sendiri, apalagi PLN UID Bali memiliki program ‘Bali Galang Jagaditha’, di mana PLN memberikan kemudahan berupa cicilan selama 12 bulan bagi masyarakat yang mau sambung baru.

“Jadi dulu ada beberapa hal yang menyebabkan kenapa orang nyambung atau ikut tetangganya. Yang pertama, pada saat itu biaya penyampaian listrik sangat mahal, biaya silumannya yang tinggi. Kalau orang mau menyambung harus punya canel, kalau tidak punya harus jual kambing, jual sapi, baru bisa dapat listrik. Jika tidak bisa seminggu, bahkan berbulan-bulan,” ucap Astawa.

BACA JUGA:  Gubernur Koster Luncurkan Angkutan KSPN dan Shutle Bus Listrik untuk Layani 5 Trayek Wisata di Bali

“Saat ini tidak, selama rumah itu melewati jalan umum, akan kami layani, karena kami yakin nanti pasti ada rumah berdiri di sekitar jalan umum tersebut. Jadi kami mendahului membangun jaringan agar masyarakat mau beralih menjadi pelanggan,” demikian Astawa yang selama ini dikenal sangat akrab dengan awak media. (agw)