Pengabdian Kerja Kreatif Para Seniman dan Budayawan di Bali Berbuah Penghargaan dan Hadiah Uang

Penerima Penghargaan Kerthi Bhuwana Sandhi (KBS) Nugraha 2019 dari Pemerintah Provinsi Bali. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub Cok Ace memberikan penghargaan dan uang tunai masing-masing sebesar Rp50 juta kepada 40 Sanggar dan Komunitas Seni yang ada di Pulau Dewata. Penghargaan tersebut diserahkan langsung Gubernur Koster saat menyampaikan pidato akhir tahun pada Jumat (20/12/2019) malam bertempat di panggung terbuka Gedung Ardha Chandra, Taman Budaya, Denpasar.

Penghargaan Kerthi Bhuwana Sandhi (KBS) Nugraha 2019 dari Pemerintah Provinsi Bali itu, merupakan penghargaan yang diberikan sebagai bentuk apresiasi dan implementasi visi misi Pemerintah Provinsi Bali atas pengabdian kerja kreatif serta kontribusi komunitas seni dalam bidang pemajuan seni tradisi dan seni modern.

Penghargaan antara lain diberikan kepada  Yayasan Suar Agung Bali, Sanggar Satya Laksana, Teater Selem Putih, Sanggar Kepucuk, Sanggar Seni Kecupu Mas, Laboratorium Studi Teater, Yayasan Penggak Men Mersi, Sanggar Kukuruyuk, Sanggar Rare Angon Sejati, Bentara Budaya Bali, Yayasan Basa Bali Wiki, Komunitas Seni Tugek Carang Sari, Geoks, Komunitas Anak panggung, Sanggar Lokananta, Sanggar Seni Kayon dan Sanggar Lukis Klasik Wasundari.

Sementara penghargaan khusus Bali Brand diberikan kepada AA Oka Sinar (kuliner babi guling) Agus Teja Sentosa alias Gus Teja (musik etnik) Nengah Natya (coco grup/ritel), I Gusti Made Arsawan (tenun), Gede Suarsa (pipet bambu) dan Gede Pusaka (kopi banyuatis).

Sementara itu, Kadis Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan ‘Kun’ Adnyana menguraikan, pidato akhir tahun yang jatuh tepat 1 tahun 3 bulan kepemimpinan Koster-Ace, dikemas dalam gelaran budaya multi genre, tradisi hingga modern.

“Ini adalah pestanya masyarakat Bali kolosal dan multimedia yang diharapkan menjadi kebahagiaan bersama. Semoga pidato akhir tahun gubernur bisa diresapi dan dipahami masyarakat, terutama generasi muda,” ujarnya.

BACA JUGA:  DPRD Tabanan Setujui Hasil Kerja Banggar Jadi Rekomendasi LKPJ 2019

“Visi misi tersebut diwujudkan dalam bentuk upaya menjaga kelestarian dan mengembangkan karya-karya berbasis budaya tinggi warisan para leluhur, seperti tari, tetabuhan, lukisan, patung, arsitektur, dan kerajinan rakyat yang bersumber dari nilai kearifan lokal,” paparnya.

Dia berharap tradisi seni dan budaya sebagai tata cara kehidupan masyarakat. Melalui upaya pelestarian berkelanjutan, di bidang pendidikan. Pemerintah Provinsi Bali disebutnya telah melakukan seleksi dan verifikasi tentang seni oleh dewan juri yang antara lain Rektor ISI Denpasar I Gede Arya Sugiartha, budayawan I Made Bandem, pemerhati seni budaya Bali Gede Nala Antara, budayawan I Putu Wirata Dwikora dan Ketua PWI Bali IGMB Dwikora Putra.

Hadir dalam acara tersebut, tampak Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster, Ny Cokorda Putri Haryani Ardhana Sukawati, anggota DPR dan DPD RI Dapil Bali, Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama, bupati/wali kota se-Bali, dan jajaran FKPD Provinsi Bali. (tra)