Bangli Kembali Raih Penghargaan Kemenko Perekonomian

Wabup Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta (kedua dari kanan) saat menerima penghargaan yang diserahkan Deputi Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Perekonomian RI, Iskandar Simorangkir, di Graha Sawala, Gedung Ali Wardhana, Jakarta.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli kembali menerima penghargaan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) sebagai pemerintah kabupaten/kota luar Pulau Jawa, pendukung program Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2019 Terbaik II (dua). Sebelumnya, Bangli dinobatkan sebagai kabupaten terbaik I (satu) pada kategori yang sama.

Penghargaan berupa sertifikat ini, diserahkan oleh Deputi Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Perekonomian RI, Iskandar Simorangkir kepada Wakil Bupati (Wabup) Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, di Graha Sawala, Gedung Ali Wardhana, Jakarta, Jumat (20/12/2019) malam.

Seusai acara penyerahan, Wabup Sedana Arta mengatakan, keberhasilan Bangli menyabet kabupaten/kota luar Pulau Jawa, pendukung program Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2019 terbaik II (dua), tidak lepas dari beberapa inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bangli, seperti pendelegasian kewenangan penerbitan Ijin Usaha Mikro Kecil (IUMK) oleh Bupati kepada para Camat yang dituangkan melalui Peraturan Bupati Bangli Nomor 20 Tahun 2015, Pembentukan tim monitoring dan evaluasi KUR yang ditetapkan dengan Keputusan Bupati Bangli Nomor 518/316/2019 dan keberhasilan Pemerintah Kabupaten Bangli yang mampu memfasilitasi dan memberikan pendampingan, sehingga program KUR di Bangli yang disalurkan melalui Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BPD, Bank BNI dan Bank BRI Syariah terserap maksimal.

Wabup Sedana Arta menambahkan, selain maksimalnya penyerapan program KUR di Bangli, dampak positif program KUR terhadap peningkatan produktifitas UMKM di Kabupaten Bangli menjadi nilai tambah dalam penilaian ini. Adapun sektor pertanian yang mengalami peningkatan produksi seperti bawang merah saat ini produksinya mencapai 23.846 ton, kopi arabika mencapai 2.346,30 ton, kopi robusta mencapai 136,48 ton, jeruk mencapai 63.372,50 ton dan ikan nila mencapai 5.679,5 ton.

BACA JUGA:  New Normal, Satpol PP Gianyar Pantau Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional

Ia juga menjelaskann, hingga saat ini, pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Bangli tercatat sebanyak 43.947 UMKM. Dari jumlah tersebut, 50 % lebih sudah mengakses program KUR. Bahkan sepanjang tahun 2018 saja, jelas dia, penyaluran KUR di Kabupaten Bangli mencapai angka Rp257.637.196.401 kepada 8.403 debitur.

“Disamping komitmen dan kepatuhan dalam menyajikan data debitur KUR, inovasi dan maksimalnya penyerapan KUR di Bangli, mungkin menjadi salah satu pertimbangan tim menetapkan Bangli sebagai kabupaten/kota luar Pulau Jawa, pendukung program KUR 2019 terbaik II (dua), “ujarnya. (riz)