Pasar Murah Jelang Nataru, Beras Paling Diburu Pembeli

Warga membeli kebutuhan pokok pada pasar murah jelang Nataru yang digelar Pemkab Tabanan.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Menjelang hari natal dan tahun baru (Nataru), Tim penanggulangan Inflasi daerah (TPID) kabupaten tabanan menggelar pasar murah Kamis (19/12/2019)  di areal parkir Gedung Kesenian I Ketut Maria. Keberadaan pasar murah ini menarik perhatian warga. Beras yang dijual lebih murah menjadi barang paling diburu pembeli, selain kebutuhan pokok lainnya termasuk gas elpiji ukuran 3 kilogram.

Hari pertama pelaksanaan pasar murah, animo masyarakat yang datang membeli masih belum begitu ramai. Meski demikian dari sejumlah komoditas yang ditawarkan, untuk komoditi beras paling cepat laku. Seperti dikatakan Nyoman Sumerta, penjual beras dari Perpadi mengatakan, untuk hari pertama pasar murah ia hanya membawa 40 sak beras yang isian 5 kilogram dan 10 kilogram, dan sejak mulai dibuka pukul 07.30 WITA hanya dalam hitungan jam saja, sudah banyak laku terjual.

Harga jual yang ditawarkan lebih murah Rp 1.000 perkilogram. Beras yang dipasarkan, jenis beras ciherang dijual Rp 45 ribu untuk isian 5 kilogram dan Rp 90 ribu untuk yang isian 10 kilogram. “Besok ( hari ini) kami akan bawa lagi,” katanya.

Sementara itu, Ni Wayan Sudiningsih (42), warga banjar Jambe Belodan, desa Dauh Peken, Tabanan tampak sumringah saat membawa beras seberat 10 kilogram dan sejumlah sembako lainnya yang dibelinya di ajang pasar murah yang digelar Pemkab Tabanan. Harga yang ditawarkan memang jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran, yang tentunya moment seperti ini sangat ditunggu tunggu jelang hari raya ataupun jelang pergantian tahun. “Senang sekali bisa untuk nambah jualan jajan uli di pasar, kebetulan tiap harinya saya jualan jajan uli, selain beras saya beli gula juga, mumpung murah,” ucapnya.

BACA JUGA:  Jika Berhasil Kendalikan Penyebaran Corona saat Nataru, Penerbangan Internasional ke Bali akan Dibuka 2021

Kepala Bagian Perekonomian Setda Tabanan yang juga Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tabanan, Gusti Putu Ekayana mengatakan, pasar murah jelang Nataru ini digelar selama tiga hari. Bahkan sebelumnya ia telah bersurat ke tingkat kecamatan 18-20 Desember. “Saya yakin hari kedua dan ketiga akan banyak lagi masyarakat yang datang. Hari pertama belum banyak yang tahu,” ucapnya.

Dikatakan, hari pertama pasar murah komoditi yang banyak dicari yakni beras, gula, minyak dan telor. Komoditi yang dijual, melibatkan OPD terkait misalnya saja dinas perdagangan yang menggandeng mitra kerjanya. Dinas pertanian menggandeng perpadi dan pedagang telur. Menariknya mereka menjual barang dagangannya dengan tetap diatas kendaraan. “Ini murni produsen pertama sehingga otomatis harga lebih murah tanpa mrlalui pengepul dan pengecer. Jadi harga pokok real dari produsen,” ucap Ekayana.

Dengan kegiatan pasar murah ini, lanjut kata Ekayana ia ingin merubah mindset agar para produsen mau peduli bergerak mengendalikan laju inflasi dengan mengadakan pasar murah dan menjaga kestabilan stok. “Seandainya ada komoditas yang berkurang biar bisa segera dikordinasikan untuk dicarikan solusi, sehingga tidak sampai berdampak pada laju inflasi,” tandasnya. (riz)