Lakukan Pemerasan Disertai Ancaman, Dua Pria Bertato Ditembak Polisi

Kedua pelaku saat diamankan di Mapolresta Denpasar. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Dua kali mendekam dalam sel penjara tak membuat I Made Deni Dwi Pranata alias Jery (27) jera. Residivis kasus narkoba dan perampasan ini kembali ditangkap polisi karena melakukan pemerasan disertai pengancaman.

“Sebelum kami tangkap, pelaku bersama temannya bernama M. Aris Saputra (20) sudah beberapa kali melakukan pemerasan,” terang Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan saat ekspose, Rabu (18/12/2019) di Mapolresta Denpasar.

Modusnya, pelaku yang berboncengan sepeda motor pura-pura diserempet oleh pengendara motor. Keduanya lalu mengatakan sepeda motornya lecet setelah diserempet.

“Karena korban merasa tidak pernah menyerempet maka terjadi perdebatan, kedua pelaku kemudian menendang korban dan mengancam dengan kata-kata “Tak tembak kamu ya”. Setelah itu pelaku mengambil secara paksa uang sebesar Rp250 ribu, jam tangan Rollex dan Vape (rokok electrik) milik korban,” jelas Kapolresta.

Kasus ini viral setelah videonya diunggah masyarakat ke media sosial. Polisi yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan.

Sepekan kemudian atau tepatnya, Senin (16/12/2019) sekitar pukul 16.00 WITA, Jery ditangkap di Danau Toba Samplangan Gianyar. Tak lama, tim Resmob Satreskrim Polresta Denpasar juga meringkus M. Arif di Perukahan Taman Putih, Banjar Tedung, Desa Abianbase, Gianyar.

“Karena melawan dan akan kabur saat dibawa pengembangan, kita ambil tindakan tegas, keduanya kita tembak,” kata Kapolresta didampingi Kasat Reskrim Kompol I Wayan Arta Ariawan.

Atas perbuatannya, kedua pelaku yang tubuhnya dipenuhi tato ini dijerat pasal 368 KUHP tentang pemerasan dan pengancaman dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (agw)

BACA JUGA:  Polisi Ringkus Pencuri Motor Asal Dompu, NTT