Komisi VIII DPR RI Sambangi Kota Denpasar dan Tinjau Keramat Agung Pemecutan

Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara saat menerima kunjungan rombongan Komisi VIII DPR RI. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang membidangi agama, pemberdayaan perempuan dan sosial melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kota Denpasar. Kunjungan ini menyasar dua lokasi, yakni Keramat Agung Pemecutan dan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) Taman Janggan.

Kedatangan rombongan Komisi VIII DPR RI tersebut dipimpin Wakil Ketuanya, TB. Ace Hasan Syadzily. Mereka diterima Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara di Keramat Agung Pemecutan, Denpasar, Rabu (18/12/2019).

Keramat Agung merupakan makam dari Raden Ayu Siti Khotodjah yang merupakan anak dari Raja Pemecutan. Dimana, Raden Ayu Siti Khotidjah merupakan seoarang mualaf yang sebelumnya bernama I Gusti Ayu Rai. Di makam tersebut juga tumbuh sebuah pohon yang konon merupakan rambut dari Raden Ayu Siti Khotodjah.

Hingga saat ini, baik umat Hindu maupun umat Islam tetap melaksanakan persembahyangan di area ini, di sekitar bangunan tersebut juga terdapat tempat pemujaan umat Budha.

“Adapun tujuan kedatangan kami dalam kunjungan kerja ini untuk memastikan seluruh inovasi yang dilaksanakan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Ace Hasan Syadzily.

Dia menilai kebaradaan Keramat Agung Pemecutan dengan sejarahnya dapat menjadi simbol kerukunan umat beragama. Dimana umat Hindu, Islam dan Budha melaksanakan peribadatan secara berdampingan dan bersama-sama dengan harmonis.

“Tentu Keramat Agung Pemecutan ini bisa dijadikan ikon kerukunan umat beragama di Bali, khususnya Kota Denpasar yang dapat ditiru atau diterapkan oleh daerah lain. Hal ini juga sesuai dengan predikat Bali sebagai daerah paling toleran ketiga nasional,” ujarnya.

Sementara Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengucapkan terimakasih atas dipilihnya Kota Denpasar sebagai lokasi kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI. Sebagai ibukota Provinsi Bali, Denpasar memiliki tingkat keberagaman yang tinggi. Sehingga rasa toleransi dan saling menghormati sesama menjadi penting untuk diciptakan bersama.

BACA JUGA:  Dua Hari Berturut-turut, Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Denpasar Tembus Angka 100 Orang Lebih

Hal senada juga disampaikan Bendesa Adat Denpasar, AA Ngurah Rai Sudarma yang didampingi Juru Kunci Keramat Agung, Jro Mangku Made Puger. Ia mengaku bangga Keramat Agung dipilih menjadi lokasi kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI.

Dia berharap dari kunjungan ini Komisi VIII mampu menghasilkan rumusan kebijakan yang mempertahankan toleransi dan kerukunan umat beragama di Tanah Air. (tra)