Ida Pedanda Nyoman Temuku (Penemu Wariga BELOG) Berpulang

Almarhumah Ida Pedanda Nyoman Temuku.

Beritabalionline.com – Bali kehilangan tokoh spiritual yang memiliki ahli dibidang wariga (waktu). Ida Pedanda Nyoman Temuku sulinggih asal Griya Cebeng Giri Kesuma, Melinggih, Payangan, Gianyar, Bali lebar (berpulang) Selasa (17/12/2019) petang sekitar pukul 18.00 sore di Rumah Sakit Sanglah Denpasar karena penyakit komplikasi. Saat ini, layon (jenazah) almarhum sudah berada di rumah duka.

Beliu dikenal berkat penemuan mekala-kala yang dikenal dengan Wariga BELOG (Behavior Enviroment LOGos) yang memiliki arti harmonisasi perilaku manusia dengan alam. Bahkan berkat menekuni ilmu tersebut, beliau dikenal dengan banyak tokoh mulai dari Bali, sampai ke pejabat nasional dan internasional.

Koordinator Staf Khusus Kepresidenan RI, Anak Agung Gede Ngurah Ari Dwipayana, dikenal dekat dengan beliu. Takoh asal Puri Ubud, Gianyar ini, dalam postingan di media sosial Instagramnya merasa kehilangan atas lebarnya tokoh spiritual asal Melinggih Payangan, Gianyar ini.

”sampun mantuk ke Siwaloka Ida Pedanda Nyoman Temuku, penemu Wariga BELOG tadi malam.
Kepulangan Ida Pedanda mengagetkan. Terakhir bertemu Ida Pedanda pada saat Mahasabha Dharmopadesa di Beng beberapa waktu lalu. ‘Saat itu, saya mendatangi tempat duduk beliau untuk menyampaikan salam dan mohon restu. Setelah itu sempat beberapa kali kirim kabar lewat WA dan mengingatkan beberapa hal” kenang Ari Dwipayana dalam postingannya.

“Beliau minta saya membaca buku itu dan memahami soal Kala-Kala. Kala adalah waktu. Siapa yang tidak mengetahui perhitungan Kala, akan merusak kesimpulan manusia. Jika mengetahui perhitungan Kala, akan membantu program pikiran, langkah dan kesimpulan manusia” jelasnya, setiap manusia membawa catur bekel kahuripan: Guru, Ratu, Lara program pikiran, langkah dan dan Pati.

Sedangkan perhitungan kala- kala, didasarkan pertemuan antara Saptawara, Sadwara dan Pancawara yang selanjutnya dilihat kombinasinya dengan catur bekel kahuripan. “Terus terang, saya adalah murid yang bodoh dalam memahami perhitungan Kala- kala ini. Tapi, saya melihat Ida Pendanda adalah pembelajar yang luar biasa nelajar otodidak dan menemukan sendiri model perhitungan Kala-kala,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Hari Ini, Angka Kesembuhan Covid-19 di Denpasar Meningkat, Kasus Meninggal Dunia Nihil

Dengan gayanya yang eksentrik, banyak orang salah (kurang) paham dalam menilai beliau. Ida Pedanda tidak Ngeloka phala sraya seperti umumnya para pedanda lainnya di Bali. Beliau juga sering nampak (maaf) tidak mandi, walaupun kamar mandi beliau kelas hotel bintang lima dengan marmer impor dari Italia.

Mobil beliau Robicon, tapi yang sering naik di mobil itu justru pengiring beliau, sedang beliau lebih suka naik mobil kecil. Beliau juga tidak segan bergaul dengan berbagai kalangan politisi, birokrat, juga hadir di acara-acara Baladika. “Yang harus kita pelajari dari kisah hidup beliau adalah proses belajar yang tidak pernah usai,” jelas Ari Dwipayana.

Sementara, dari informasi yang di himpun Kamis (19/12/2019), layon Ida Pedanda Nyoman Temuku telah berada di rumah duka Griya Cebang Giri Kesuma, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, Gianyar. Sementara untuk pelebon beliau masih menunggu paruman keluarga. (aye)