1.267 Petugas Gabungan Amankan Bandara Ngurah Rai saat Libur Nataru

Apel pembukaan Posko Nataru di Bandara Ngurah Rai. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com

Beritabalionline.com – Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali mengerahkan 1.267 petugas gabungan menyambut libur Natal dan Tahun Baru. Seribu personel lebih ini akan bersiaga selama 20 hari.

“Seperti pelaksanaan sebelumnya, kami telah menyiagakan personel Airport Security dengan jumlah cukup banyak, mencapai 1.169 personel. Jumlah ini masih ditambah dengan bantuan personel dari TNI AU Ngurah Rai, Polsek Kawasan Udara, serta Pecalang Desa Tuban. Jadi totalnya 1.267 petugas gabungan,” ucap Herry A.Y. Sikado, General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali,” Kamis (19/12/2019).

Tidak hanya itu, Unit K-9 pun juga disiapsiagakan. Seluruh personel ini akan dibagi dalam 3 shift setiap harinya. Dikatakan, Bali masih tetap merupakan destinasi wisata favorit baik bagi wisatawan domestik dan internasional, terutama untuk menghabiskan masa libur Natal dan Tahun Baru.

“Tentunya, kami selaku pengelola bandar udara bertujuan untuk mengawal terciptanya operasional penerbangan yang aman, selamat, dan tertib,” lanjutnya usai apel pembukaan Posko Angkutan Terpadu Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Posko Nataru) di area publik Terminal Kedatangan Domestik Bandara Ngurah Rai.

Posko Nataru akan beroperasi selama 20 hari terhitung mulai tanggal 19 Desember 2019 dan akan berakhir pada 7 Januari 2020.

Terkait pengajuan tambahan penerbangan atau extra flight, tercatat sebanyak 6 maskapai nasional dan internasional telah mengajukan permohonan.

“Hingga hari ini kami telah menyetujui permohonan extra flight sebanyak 367 penerbangan dari 6 maskapai, yaitu AirAsia, Garuda Indonesia, Malindo Air, Korean Air, Lion Air, dan Citilink. Rute dari dan ke Bandar Udara Soekarno-Hatta mendominasi dengan jumlah total sebanyak 351 penerbangan, atau lebih dari 95 persen dari total pengajuan extra flight. Sedangkan sisanya adalah rute dari dan ke Kuala Lumpur dengan 6 penerbangan, Brisbane dengan 6 penerbangan, serta Incheon dengan 4 penerbangan,” jelas Herry..

BACA JUGA:  Wagub Cok Ace Berikan Cenderamata Topeng Patih untuk Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar

Jika dibandingkan dengan jumlah pengajuan extra flight pada Posko Nataru tahun lalu, di tahun ini terjadi penurunan yang cukup drastis, yakni mencapai 108 persen.

Dalam pelaksanaan Posko Nataru di tahun lalu, tercatat pengajuan extra flight mencapai 765 penerbangan, dengan mengakomodasi sekitar 145 ribu kursi. Sedangkan di tahun ini, 367 pengajuan extra flight mampu mengakomodir 76 ribu kursi.

“Memang di pelaksanaan kali ini, permohonan extra flight turun cukup drastis. Namun demikian, kami tetap berkomitmen untuk mengawal salah satu periode sibuk dalam lalu lintas penerbangan di Bali ini, sehingga para pengguna jasa bandar udara dapat menikmati perjalanan udara yang selamat, aman, dan nyaman. Itu tekad kami,” tegas Herry.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Elfi Amir, menyatakan bahwa secara nasional, terjadi penurunan angka penumpang pesawat udara.

“Prediksi secara nasional berdasarkan data yang ada saat ini diperkirakan akan terjadi penurunan sekitar 8,4 persen skala nasional, namun kita tetap optimis untuk pertumbuhan jumlah pesawat dan penumpang di Bali akan tetap stabil,” tuturnya seraya menambahkan bahwa prediksi puncak arus datang diperkirakan akan terjadi pada tanggal 21 Desember 2019, dan arus balik tanggal 5 Januari 2020. (agw)