PPATK Siap Beberkan Temuan Duit Kepala Daerah yang Disimpan di Kasino

Kepala PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin. (foto : Liputan6.com)

Beritabalionline.com – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencium adanya transaksi keuangan yang dilakukan sejumlah kepala daerah di luar negeri untuk kemudian disimpan di rekening kasino.

Kepala PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin, mengatakan bakal membeberkan secara mendetail hasil temuan timnya tersebut penegak hukum yang berwenang. Hal tersebut, kata dia, merupakan bagian dari proses penindakan.

Atas dasar itu, dia mengaku tidak dapat menyampaikan informasi detail terkait temuan pihaknya kepada publik. “Itu enggak bisa menjelaskan secara detail. Kalau saya menjelaskan secara detail, itu saya sudah masuk ke ranah penindakan,” kata dia ketika dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Dia memiliki berbagai macam informasi terperinci terkait transaksi tersebut. Informasi tersebut nanti akan disampaikan pihaknya kepada penegak hukum.

“Kalau itu (informasi detail) saya menyampaikan bukan ke ruang publik. Saya menyampaikan ke penegak hukum. Sejak kapan itu dilakukan. Oleh siapa? Di mana? Bagaimana? Itu urusan setelah masuk ke penindakan,” ungkapnya.

Menurut dia, pengungkapan temuan tersebut kepada publik merupakan upaya pencegahan yang dilakukan pihaknya. Dengan begitu, dapat menimbulkan efek jera.

Tak hanya itu. Informasi temuan yang disampaikan ke publik, lanjut dia, juga untuk membuat masyarakat sadar akan adanya pola baru dalam menyimpan dana dari kegiatan ilegal di kasino luar negeri.

“Nah tujuannya seperti itu. dan juga untuk memberi tahu masyarakat ada pola baru menyimpan dana-dana dari kegiatan yang ilegal ke kasino,” jelas dia.

“Sehingga masyarakat itu aware (sadar), dia bisa melihat oh orang begini-begini bisa juga menyimpan ini pada tempat pencucian uang,” tandasnya.

Sementara secara terpisah, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengaku mengetahui identitas kepala daerah yang melakukan praktik cuci uang di kasino.

BACA JUGA:  136 Kabupaten dan Kota Ditetapkan sebagai Zona Kuning COVID-19

“Yang saya tahu orangnya satu itu,” katanya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (17/12/2019).

Menurutnya, identitas kepala daerah tersebut didapat berdasarkan penanganan sebuah kasus. Bahkan anak buah si kepala daerah itu telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Ada kasus yang ditangani. Jadi rasanya, anak buahnya sudah ada yang jadi tersangka. Semoga nanti pengembangannya ke sana,” jelasnya.

Hanya saja, Agus menyatakan tidak mengetahui siapa sebenarnya kepala daerah yang dimaksud oleh PPATK. Dia juga enggan membeberkan kasus yang berkaitan dengan perkara tersebut.

“Kalau yang lain saya belum tahu,” tutupnya. (itn)