KPK Selamatkan Uang Negara Rp63 Triliun

Ketua KPK Agus Rahardjo.

Beritabalionline.com – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo membeberkan hasil kinerja lembaga antirasuah selama empat tahun periode 2016-2019. Lembaga antirasuah itu terdata menyelamatkan uang negara sebanyak Rp63 triliun lebih.

“Dari fungsi monitoring dan pencegahan korupsi, KPK menyelamatkan potensi kerugian negara dan pendapatan negara sejumlah total Rp 63,8 Triliun,” tutur Agus dalam konferensi pers Laporan Kinerja KPK 2016-2019 di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (17/12/2019).

Agus menyebut, pihaknya juga melakukan studi, kajian, sekaligus memberikan rekomendasi perbaikan sektor publik. Di antaranya sektor kesehatan, sumber daya alam dan pangan.

Di sektor kesehatan, KPK melakukan dua kajian besar yaitu pengadaan alat kesehatan dan jaminan kesehatan nasional.

“Ada belanja barang menggunakan sistem elektronik dalam pengadaan alat kesehatan KPK,” jelas dia.

Untuk jaminan kesehatan nasional, lanjutnya, KPK mendorong rumah sakit baik milik pemerintah atau pun swasta untuk menyampaikan rencana kebutuhan obat. Hal itu dilakukan agar klaim obat pada JKN dapat transparan dan akuntabel.

“Dari dua kajian ini KPK menyelamatkan keuangan negara sebanyak Rp18,15 triliun,” kata Agus.

Kemudian di sektor sumber daya alam, hutan, batu bara, dan perkebunan, KPK bergerak lewat Gerakan Nasional Penyelamatan Sumber Daya Alam. Hasilnya, potensi penerimaan pajak baru bara meningkat tahun 2019 hingga Rp 400 miliar.

“Ini KPK berhasil menyelamatkan uang negara Rp 16,17 triliun,” tandasnya. (itn)

BACA JUGA:  Tim Satgas Wanti-wanti Libur Panjang Picu Kenaikan Kasus Covid-19