Gotong Royong Nangun Yadnya, Bupati Suwirta Apresiasi Kebersamaan Masyarakat Desa Tohpati

Bendesa Adat Desa Tohpati, I Nengah Sutera menerima punia dari Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta serangkaian Karya Malik Sumpah Agung, Nubung Pedagingan, Ngenteg Linggih, Nyenuk, Mekebat Daun dan Nangun Ayu di Pura Dalem Taru Putih dan Prajapati, Desa Adat Tohpati, Banjarangkan, Klungkung.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, memberikan apresiasi tinggi atas semangat gotong royong masyarakat adat Desa Tohpati dalam nangun yadnya. Semangat kebersamaan itu, disaksikan langsung orang nomor satu di Klungkung itu pada rangkaian Karya Malik Sumpah Agung, Nubung Pedagingan, Ngenteg Linggih, Nyenuk, Mekebat Daun dan Nangun Ayu di Pura Dalem Taru Putih dan Prajapati, Senin (16/12/2019).

Kehadiran Bupati asal Ceningan Nusa Penida yang didampingi istrinya Nyonya Ayu Suwirta disambut Bendesa Adat Desa Tohpati I Nengah Sutera, prajuru adat dan panitia karya lainnya. Selain memberikan punia berkaitan karya tersebut, Bupati dan rombongan juga melakukan persembahyangan berkaitan karya tersebut.

Kehadiran Bupati Suwirta ditengah-tengah masyarakat yang sedang melaksanakan ritual upacara itu, murni dilakukan sebagai wujud bhakti dan pengabdiannya sebagai Kepala Daerah. “Melalui Yadnya ini kita harapkan dapat meningkatkan dan mempererat rasa kekeluargaan dan semangat gotong royong untuk menjaga keharmonisan alam sekala dan niskala, memupuk etika dan keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan alam,” harap Suwirta.

Bendesa Desa Adat Tohpati, I Nengah Sutera didampingi Panitia Karya, I Nyoman Dacin Dianta, menyampaikan terimakasih yang sangat mendalam atas perhatian dan dukungan orang nomor satu di Gumi Serombotan itu. “Kehadiran Bapak Bupati sangat memotivasi kami dalam melaksanakan yadnya,” ucap Sutera.

Senada dengan Sutera, Panitia Karya I Nyoman Dacin, mengatakan, rangkaian pelaksanaan karya telah dimulai sejak (22/10) dengan prosesi matur piuning. Selanjutnya pada Jumat (16/12 ) dilaksanakan upacara Tawur Malik Sumpah Agung. “Puncak Karya dilaksanakan Sabtu (21/12/2019) mendatang,” jelasnya.

Sebelumnya, sebanyak 6 orang sulinggih muput karya agung malik sumpah di Pura Dalem, Prajapati, dan Setra Desa Adat Tohpati, Senin (16/12/2019). Karya agung yang pertama kali dilaksanakan setelah 100 tahun tidak pernah digelar, disaksikan Ida Dalam Puri Klungkung, Bupati Klungkung I Nyoman Suwitra dan undangan lainnya.

BACA JUGA:  Hari Ini, Kasus Positif Covid-19 di Bali Didominasi Transmisi Lokal (99 Orang), Sembuh 91, Meninggal 4

Enam orang sulinggih yang muput karya tersebut, yakni,Ida Pandita Mpu Bujangga Darma Daksa Kusuma dari Geria Lingga Bhuana, Desa Tohpati, Klungkung, Ida Pedanda Manuaba dari Geria Sakti, Desa Nyalian, Klungkung. Kedua sulinggih ini muput caru Manca Sanak, Rsi Gana, dan Mendem Pedagingan di pengulun Setra Kangin dan Setra Kawan.

Pengerajeg Karya, I Nyoman Dacin Dianta, mengatakan, upacara di dua setra tersebut, merupakan rangkaian dari Karya Tawur Malik Sumpah Agung di Pura Dalem Taru Putih dan Pura Prajapati yang puncaknya dilaksanakan saat hari Tumpek Landep nanti.

Usai ritual di Setra, lanjut Dacin, rangkaian karya di lanjutkan di Pura Dalem Taru Putih dan Pura Prajapati, yang lokasinya diapit dua setra tadi. Eedan karya di Pura Dalem dan Pura Prajapati berupa Tawur Malik Sumpah Agung, Melaspas Prelingga, Mendem Pedagingan.

Prosesi upakara di Pura Dalem dan Prajapati dengan sarana caru kebo dan godel dan wewalungan lainya di puput empat orang sulinggih, diantaranya, Ida Pedanda Gede Putra dari Griya Gede Tusan, Banjarangkan, Klungkung, Ida Pedanda Wayan Darma dari Griya Wanasari Karangasem, dan Ida Rsi Bujangga dari Geria Keramas,Gianyar, dan Ida Pedanda Oka Wadani dari Geria Nyalian, Banjarangkan, Klungkung.

Sementera itu, beberapa tari wali, seperti Baris Gede, Topeng Sidakarya, Wayang Sapuh leger, Baris Gede, dan tetabuhan gambang juga mengiringi rangkaian ritual tersebut. “Astungkara, pelaksanaan Tawur dan Mendem Pedagingan semuanya berjalan lancar, usai upacara Tawur ini, akan dilanjutkan dengan prosesi nedunang Ida Betara Tri Kahyangan, dan melasti ke segara Klotok, Rabu (18/12) besok,” jelasnya. (riz)