Tarik Turis Cina, Karangasem segera Kembangkan Agrowisata

Pengusaha biro perjalanan wisata yang selama ini menangani wisatawan Cina, berharap ada lahan di Karangasem untuk dikerjasamakan untuk agrowisata.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Kalangan pengusaha biro perjalanan wisata melihat kecenderungan kedatangan wisatawan asal negeri tirai bambu ke Bali. Setelah ditelisik ternyata ada kejenuhan kalau mereka hanya diajak melihat peninggalan budaya atau heritage. Mereka tertarik melihat kelestarian alam, salah satunya agrowisata. Investor pun menawarkan penataan agrowisata di Karangasem.

Beberapa hari lalu sejumlah pengusaha biro jasa perjalanan wisata menemui Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri. Di antara mereka, yakni Edy Sunyoto dari Biro Perjalanan Wisata Terimakasih Indonesia dan  William Hoo. Di depan Bupati di ruang kerjanya, Edy asal Buleleng itu mengatakan wisatawan Cina bukannya tak suka dengan kebudayaan Bali atau pun diajak melihat heritage. Mereka tak ingin sekadar melihat peningalan bersejarah, tetapi juga mengetahui spiritnya, dan mereka tertarik dengan agrowisata. Selain bisa melihat keindahan dan kelestarian alam, juga bisa melihat cara bertani dan bisa menikmati hasil pertanian itu.

‘’Sejak dulu sebenarnya ada orang ingin berinvestasi di sektor agrowisata di Karangasem.  Karangasem lahannya masih subur dan jalan raya juga sudah mulai bagus,’’ ujar Edy Sunyoto.

Karena di Karangasem dilihat masih ada potensi agrowisata, pihaknya bersama rekannya William Hoo menawarkan investasi di Karangasem di bidang agrowisata. Sebenarnya, selain Karangasem, Jembrana juga memiliki potensi. Namun tambah Edy Sunyoto, wisatawan Cina lebih ada ketertarikan ke Karangasem karena ada hubungan spirit. ‘’Saya ingin Ibu Bupati bisa bekerja sama, misalnya ada lahan milik pemda yang tak produktif atau kami bisa bekerja sama dengan kelompok tani untuk membuat agrowisata itu. Agrowisata ini di luar perkebunan salak yang sudah ada di Karangasem,’’ papar Edy.

Sementara itu, William Hoo dari PT Bali Asia Wisata mengatakan, pihaknya kalau bisa bekerja sama dengan petani, tentunya tetap memanfaatkan tenaga kerja lokal, memberdayakan petani itu sendiri. Jadinya 100 persen petani pemilik lahan menjadi pemilik agrowisata. Sebab, mereka para petani itu memang sejak lama menggeluti pertanian dan saat lahannya dikerjasamakan untuk agrowisata, mereka juga melanjutkan usahanya. ‘’Lahannya tetap, cuma ditata karena konten pertanian dalam areal agrowisata itu, ditata bagaimana agar menarik dikunjungi wisatawan,’’ tambah William.

BACA JUGA:  Pemuda Asal Sumbawa Barat yang Hilang di Perairan Nusa Penida Belum Ditemukan

Sementara itu, Bupati Karangasem Mas Sumatri menyatakan siap dengan agrowisata. Sebenarnya, sejak tiga tahun lalu, ada mimpi mengembangkan pariwisata spiritual berbasis desa adat dan membentuk desa prenuer  (pengusaha di desa-desa).  Sebab, diakui kekurangan Karangasem sampai kini, investasi baru dan besar  tak ada. Untuk membantu masyarakat, pihaknya berharap dari CSR BUMN atau BUMD.

“Saya memang sudah meneken MoU dengan seluruh atau 190 bendesa adat di Karangasem. Tujuannya, untuk mengoptimalkan potensi. Di Karangasem tak ada investasi baru yang besar. Berbeda dengan di Badung,  investasi banyak, sehingga PAD-nya bisa mencapai Rp 10 triliun. PAD Karangasem hanya Rp 200 miliar,’’ katanya.

Karena itu, kalau ada pengusaha yang memiliki uang banyak, hendaknya diinvestasikan, dan potensi investasi yang ada karena lahannya masih ada cukup luas, yakni di Karangasem. ‘’Para pengusaha, yang duitnya banyak, jangan dibawa ke mana-mana. Buat investasi, buat kenangan dan ciptakan lapangan pekerjaan untuk anak cucu kita. Gulirkan perekonomian di Karangasem,’’ tambahnya.

Mas Sumatri mengatakan, kalau pengusaha biro perjalanan wisata itu bisa berinvestasi di bidang agrowisata di Karangasem, di samping melestarikan alam dan mengoptimalkan potensi pertanian di Karangasem, tentu sangat bagus. Dia menduga wisatawan sudah jenuh hanya tinggal di hotel besar, di desa wisata bisa menikmati kehidupan masyarakat dengan menginap di homestay. ‘’Saya masih ingat dulu Pak Edy (Edy Sunyoto-red) berjanji  akan mendrop 100 ribu wisatawan Cina ke Karangasem. Kami di Karangasem juga sudah selesai dengan recovery pasca-erupsi Gunung Agung,’’ ujar Mas Sumatri.(bsb)