Bupati Eka Resmikan Wifi Corner dan Free Wifi Seluruh Desa di Tabanan

Bupati Eka tele confrence dengan beberapa camat saat resmikan free wifi.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Meski Tabanan bukan yang pertama memprogramkan pelayanan free wifi untuk seluruh desa adat di Bali, nyatanya Tabanan mampu menuntaskan pemasangan wifi di tiap desa adat, Puskesmas dan obyek wisata. Dengan demikian pelayanan digital bisa dilakukan secara terintegrasi.

Terkait hal tersebut, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti meresmikan free wifi seluruh Tabanan dan peresmian wifi corner di areal Gedung Kesenian I Ketut Maria, Selasa (10/12/2019).

Bupati Eka mengatakan, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dewasa ini nampaknya sudah tidak bisa lagi dilepaskan dalam kehidupan sehari-hari.

Hampir di setiap kegiatan manusia dapat dilakukan dan diakses melalui TIK. Mulai dari berkomunikasi dengan manusia lain hingga menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. “Pesatnya perkembangan TIK saat ini, berimbas juga dalam hal pelayanan pemerintah guna mempermudah proses penyelenggaraan pemerintahan serta perkembangan UMKM & UKM melalui teknologi informasi dan komunikasi,” katanya.

Dalam meningkatkan pelayanan masyarakat serta dalam rangka persaingan modern, Pemerintah Kabupaten Tabanan terus melakukan terobosan inovasi yang bersifat melayani secara digital yang salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan wifi gratis di 393 titik dan wifi corner.

“Saya sudah melihat bagaimana kota-kota yang sudah melakukan sebuah pembangunan jaringan digital yang tentu sekarang ini, bisa memberikan efek positif kepada masyarakatnya. itulah kenapa saya selalu berupaya dan mendorong setiap perangkat daerah melalui diskominfo untuk membuat program inovatif agar tabanan smart city bisa kita wujudkan,” tandasnya.

Dikatakan, melalui teknologi informasi dan komunikasi yang berperan penting dalam pengelolaan smart city diharapkan dapat memaksimalkan sumber daya yang ada seiring dengan transformasi kehidupan masyarakat dunia yang mengarah pada informasi sosial. Selain sudah menjadi tuntutan jaman, teknologi informasi harus memberi manfaat bagi masyarakat. “Apalagi teknologi informasi yang digunakan pemerintah yang memang tugas utamanya adalah melayani masyarakat, seperti halnya pengadaan wifi gratis ini,” sebutnya.

BACA JUGA:  Dua WN Rusia yang Menyalahgunakan Izin Tinggal dan gelar Yoga Massal di Bali Akhirnya Dideportasi

Karena itu, penyediaan wifi gratis yang menyasar desa adat, puskesmas, obyek wisata, serta pura ini, selain untuk membantu kinerja pemerintah, juga harus dapat menghadirkan kemudahan bagi masyarakat. Kemudahan itu paling tidak dalam bentuk penyediaan informasi yang lengkap dan akurat yang dibutuhkan masyarakat selama ini serta mempercepat akses pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.

“Saya berharap, penyediaan wifi gratis yang merupakan BKK dari Provinsi Bali, agar dapat memberikan kemajuan bagi masyarakat dalam hal meningkatkan perekonomian, kepariwisataan, memperkuat budaya, kesehatan dan pengetahuan sesuai dengan potensi lokal dan wawasan global yang dimiliki masing-masing wilayah,” katanya.

Penyediaan wifi gratis ini sudah seharusnya menjadi momentum untuk memulai kreativitas dan inovasi masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan dinamika perubahan yang begitu cepat. Namun tetap tidak melupakan akar budaya Bali sebagai spirit dalam mewujudkan pembangunan Tabanan.

”Melalui kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Gubernur Bali dan pemerintah Provinsi Bali untuk bantuan wifi gratis di Kabupaten Tabanan. Dengan adanya penyediaan infrastruktur yang sudah mencakup seluruh wilayah di Kabupaten Tabanan, saya meminta agar seluruh perangkat daerah supaya berkoordinasi dengan lebih intensif dengan dinas kominfo untuk peningkatan infrastruktur dan peningkatan data pemerintah yang lebih baik,” tandasnya.

Bupati Eka meminta semua masyarakat untuk menggunakan wifi dengan baik dan tidak digunakan untuk hal–hal yang negatif. Termasuk untuk Tabanan para pelajar bisa dimanfatkan untuk banyak menyerapa informasi dan belajar.

Kadis Kominfo Tabanan I Putu Dian Setiawan mengatakan, tujuan dibangunnya Wifi Corner dan Free Wifi di Kabupaten Tabanan adalah sebagai wujud pelayanan pemerintah kepada masyarakat ( Governemnet to Citizen atau G to C ) yang sesuai dengan konsep pengembangan e-government secara nasional atau saat ini dikenal dengan istilah SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik).

BACA JUGA:  Cipta Kondisi Jelang Pemilu 2019, Kali Pertama Kapolda Bali Gelar Lomba Ogoh-ogoh

Pembangunan Wifi Corner dan Free Wifi di Kabupaten Tabanan, merupakan salah satu fasilitas infrastruktur yang diperlukan oleh pemerintah daerah dalam perwujudan visi dan misi Tabanan Serasi. Sebagai Management keberlanjutan Tabanan Serasi, pembangunan Wifi Corner dan Free Wifi di Kabupaten Tabanan nantinya diharapkan dapat berfungsi untuk peningkatan perekonomian, kepariwisataan, memperkuat budaya, kesehatan dan pengetahuan sesuai dengan potensi lokal dan wawasan global yang dimiliki.

Saat ini Pemkab Tabanan melalui Diskominfo telah membangun dua fasilitas wifi corner, yaitu satu di seputaran lapangan dangin carik dan satunya lagi di seputaran gedung Maria. Pembangunan wifi corner ini adalah berasal dari dana APBD dengan dana Rp 40 juta dengan kapasitas bandwith sebesar 100 Mbps dedicated. “Pada masa yang akan datang, akan kami bangun juga di tempat lain secara bertahap,” katanya.

Mengenai pembangunan free wifi di seputaran wilayah kabupaten Tabanan, merupakan bantuan BKK dari Provinsi Bali tahun 2019. Pembangunan ini dilaksanakan di 393 titik, dengan memakai jaringan Fiber Optik sepanjang kurang lebih 1600 Km dengan titik pemasangan antara lain; 349 titik di seluruh desa adat, 24 titik di wilayah obyek wisata, dan 20 titik di seluruh puskesmas di kabupaten Tabanan.

Ditambahkan, pada tahun 2019 Kabupaten Tabanan mendapatkan titik wifi terbanyak di provinsi Bali dengan dana sebesar Rp 2,161 yang dikerjakan PT. Comment Plus (Icon Plus) dengan lama pengerjaan selama empat bulan, September-Desember 2019, serta kapastias bandwith sebesar Up To 20 Mbps. Pada kesempatan itu, bupati Eka juga melakukan teleconfrense dengan Camat Kediri, Pupuan, Kerambitan serta Manajer DTW Ulundanu Beratan. (yaw)