Kapolresta Denpasar Ancam Tembak Mati Pelaku Kejahatan dan Pengacau Perayaan Nataru

Personel Polri dan TNI saat menggelar patroli gabungan. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) aparat kepolisian dari Polresta Denpasar bersama TNI memperketat penjagaan di gereja-gereja serta tempat wisata. Seribu lebih aparat gabungan diterjunkan dalam momen tersebut.

“Untuk perayaan Natal dan Tahun Baru, kami Polresta Denpasar bersama TNI dan stakholder terkait melakukan pengamanan bersama. Polresta sendiri akan mengerahkan 1.069 personel,” terang Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan, Kamis (5/12/2019) di Mapolresta Denpasar.

Selain gereja, rumah-rumah ibadah yang lain seperti pura, masjid dan wihara juga tak luput dari pengamanan. Tak hanya itu, guna memastikan situasi kondusif, aparat akan menggelar patroli gabungan.

“Kita menyiapkan beberapa pos pada malam Natal dan Tahun Baru seperti di Terminal Ubung, Bandara Ngurah Rai dan Pelabuhan. Patroli gabungan juga dilakukan agar situasi aman di wilayah hukum Polresta Denpasar aman,” kata Kombes Ruddi.

Disinggung ada pengamanan khusus guna mencegah tindak pidana kriminalitas saat malam pergantian tahun, Kapolresta menerangkan pihaknya melakukan berbagai upaya.

Wakasatgas CTOC Polda Bali ini juga memberi peringatan keras kepada para pelaku kejahatan jika berani nekat beraksi (mengganggu dan mengacau) jalannya perayaan Natal dan Tahun Baru, pihaknya tidak segan-segan mengambil tindakan tegas.

“Untuk pelaku kejahatan yang mengganggu kenyamanan wisatawan baik asing maupun lokal pada saat perayaan Natal dan Tahun Baru, saya akan lakukan tindakan tegas. Anda melawan saya tembak mati, Anda lari saya lumpuhkan kaki kalian. Jangan main-main di Bali, khususnya di wilayah Denpasar,” tegas Kapolresta. (agw)