Mantan Bendahara Desa Duah Puri Klod Dijebloskan ke LP Kerobokan

Mantan Bendahara Desa Dauh Kelod, Denpasar, Ni Luh Putu Aryaningsih. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Setelah resmi menyandang status tersangka dalam kasus dugaan korupsi ABPDes, Ni Luh Putu Aryaningsih, mantan Bendahara Desa Dauh Puri Klod, Denpasar, akhirnya dijebloskan ke LP Kerobokan, pada Selasa (3/12/2019).

Kepala seksi intelijen (Kasi Intel)  Kejari Denpasar I Gusti Ngurah Agung Ary Kusuma membenarkan bila tersangka saat ini berada di LP Kerobokan untuk menjalani masa penahanan 20 hari kedepan.

“Benar tersangka kita tahan mulai hari ini hingga 20 hari kedepan,” ujar pejabat yang akrab disapa Gung Ary saat dikonfirmasi.

Alasan penahanan, kata Gung Ary, karena penyedik khawatir terdakwa melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan melakukan tindak pidana yang sama. “Alasan penahanannya normatif dan sesuai dengan Pasal 21 kitab undang-undang hukum acara pidana (KUHAP),” terangnya.

Sebelum dilakukan penahanan, Ni Luh Putu Aryaningsih terlebih dahulu diperiksa oleh tim penyidik sebagai tersangka. Dikatakan pula, dalam pemeriksaan tersebut tersangka memang sempat menyebut beberapa nama yang juga ikut menikmati uang APBDes.

Namun sayang, siapa saja nama yang disebut oleh tersangka, mantan Kasi Datun Kejari Penajam Paser Utara (PPU) itu enggan membeberkannya. “Bahkan tersangka mengatakan ada yang lebih banyak menerima daripada dia, dan ada pula oknum lainnya, tapi siapa orangnya kita tidak bisa buka sekarang,” ungkapnya.

Saat ditanya apakah dalam menangani perkara ini ada intervensi dari pihak lain? Tentang ini Gung Ary dengan tegas mengatakan sejauh ini tidak ada pihak yang melakukan intervensi terhadap tim penyidik.

Yang terakhir, menurut Gung Ary, Kejaksaan berharap agar terdakwa saat diadili nanti mau membuka mulut dan membongkar semua pihak yang ikut terlibat menikmati dana desa tersebut.

BACA JUGA:  Terlibat Sejumlah Kasus, Tiga WN Rusia Dideportasi

Sementara tersangka yang saat digiring dari ruang pemeriksaan ke mobil tahanan untuk dibawa ke LP Kerobokan ketika ditanya wartawan, tetap bungkam. Tak hanya itu, tersangka juga tidak mengajukan penangguhan/pengalihan penahanan. *sar