Dua Bulan Diburu, Pelaku Pencurian Diringkus Polisi

Ilustrasi.

Beritabalionline.com – Pria bernama Satria Putra Kadege (34) diringkus anggota Ditreskrimum Polda Bali yang tergabung dalam tim Satgas Tindak Operasi Pekat 2019 karena terlibat pencurian dengan modus membobol rumah warga.

“Tersangka dapat ditangkap setelah dua bulan kita lakukan pengejaran,” terang Direktur Ditreskrimum Polda Bali, Kombes Pol. Andi Fairan, Senin (2/12/2019) malam di Denpasar.

Perburuan terhadap pelaku berawal dari laporan I Gede Witarsa (54), pria beralamat tinggal di Jalan Kenyeri nomor 77, Denpasar Timur, Sabtu (2/10/2019) lalu. Kepada polisi korban mengatakan, barang-barang miliknya seperti iPhone 7+, celengan berisi uang telah hilang.

Tidak hanya itu, tas berisi STNK sepeda motor Honda Beat serta sepeda motor Honda Scoopy warna hitam cokelat yang diparkir di pekarangan rumah juga turut lenyap dibawa kabur pelaku.

“Jadi saat kejadian korban ini sedang tidur, ketika bangun, barang-barangnya telah hilang,” jelas Kombes Andi Fairan.

Polisi yang melakukan penyelidikan memperoleh informasi bahwa sepeda motor mirip milik korban kerap terlihat di seputaran Jalan Raya Kerobokan tidak jauh dari Lapas Kerobokan, Badung.

Tak ingin kehilangan buruan, petugas lalu melakukan penyanggongan. Upaya petugas memburu pelaku tak sia-sia. Saat melakukan penyisiran, Senin (2/12/2019) sekitar pukul 04.00 WITA, pelaku yang sudah dikantongi identitasnya ini melintas dan berhenti di depan Cirkle K depan LP Kerobokan.

Tanpa buang waktu, saat itu juga pelaku diamankan. Saat dilakukan interogasi, pelaku buka mulut dan mengatakan sepeda motor yang digunakan hasil curian. Agar aksinya tidak diketahui petugas, pelaku mengganti plat nomor asli dengan plat nomor palsu.

Kepada petugas, pria asal Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur ini juga mengaku melakukan aksi pencurian bersama temannya bernama Luki yang saat ini dalam pengejaran.

BACA JUGA:  Gelapkan Uang Perusahaan, Mantan Kacab Dituntut 2 Tahun 6 Bulan

“Jadi tersangka bersama temannya melakukan pencurian saat korban sedang tidur. Hasil curian kemudian dibagi, Luki mendapat handphone dan uang, sedangkan tersangka memperoleh sepeda motor dan uang Rp100 ribu,” beber Kombes Andi Fairan.

Dari tangan tersangka diamankan barang bukti berupa satu sepeda motor Honda Scopy dengan nomor polisi DK 2361 UAP warna hitam cokelat, serta satu buah handphone merk Oppo warna hitam.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (agw)