Bupati Bangli: Korpri Harus Mampu Jadi Pemersatu Bangsa

Bupati Bangli I Made Gianyar saat tampil sebagai inspektur upacara pada peringatan HUT Korpri dan PGRI di Lapangan kapten Mudita.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri)  harus mampu mewujudkan jiwa korps Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjadi perekat dan pemersatu bangsa. Jiwa korps ini harus terus dijaga meskipun dalam suasana politik apapun, karenan Korpri bukan organisasi politik tetapi merupakan organisasi kedinasan yang berfokus pada penyelenggaraan pemerintahan untuk memastikan setiap target dan tujuan yang telah ditetapkan dapat terwujud dengan baik.

Demikian sambutan Presiden Joko Widodo yang dibacakan Bupati Bangli I Made Gianyar,S.H, M.Hum, M.Kn pada upacara pringatan HUT Korpri dan PGRI yang dirangkaikan dengan Apel Disiplin ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli yang dipusatkan di lapangan Kapten Mudita Bangli, baru-baru ini.

Untuk itu Korpri harus focus dalam pencapaian tujuan bernegara. “Anggota Korpri harus terus fokus dan selalu fokus kepada pencapaian tujuan bernegara karena pengabdian setiap anggota Korpri adalah tegak lurus terhadap bangsa dan Negara,” tandasnya.

Sementara itu Bupati Bangli I Made Gianyar menekankan  pada anggota Korpri di Kabupaten Bangli, seperti apa yang disampaikan Presiden RI bahwa reformasi birokrasi kunci ASN ke depan adalah sesuai dengan tema berkarya dan pemersatu bangsa.

Oleh karena itu Korpri  sebagai garda terdepan akan melakukan inovasi-inovasi seperti yang diharapkan oleh Presiden dan kita bukan bersaing antara yang kuat dan lemah, bukan pintar bodoh akan tetapi sudah sampai pada fase bersaing bagaimana meyelesaikan sebuah masalah secara cepat dan siapa yang cepat dialah yang akan menjadi pemenang dan yang lambat akan menjadi terkebelakang. “Ao kita bangun terus, hidup ASN, Korpri dan PGRI untuk Indonesia maju,” tambahnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli, Ida Bagus Giri selaku ketua KORPRI Kabupaten Bangli mengharapkan sesuai denga tema Korpri, yaitu ‘Melayani, Berkarya dan Menyatukan Bangsa, ASN harus memfokuskan diri sebagai abdi praja yang betul betul secara sukarela melayani dan bukan dilayani, tidak lagi ada era-era bahwa pegawai negeri harus dilayani.

“Sejatinya ASN itu adalah pelayan masyarakat. Sebagai pelayan masyarakat harus terus berkarya karena kita akan menyongsong ASN yang maju berskala internasional yang tentunya tidak ada lagi waktu pada ASN untuk tidak meningkatkan kualitas diri, dalam arti harus terus melakukan inovasi seperti apa yang disebutkan tadi yang dibutuhkan bukan hanya sebuah kecerdasan akan tetapi yang menjadi perhitungan adalah bagaimana segala sesuatu dapat diselesaikan dengan cepat menyelesaikan masalah, cepat memberikan telaahan staf kepada pimpinan, pada akhirnya segala sesuatu data diselesaikan dengan gerak cepat efektif dan efisien,” ujarnya.  (yaw)