Terpidana Narkoba Rela Rogoh Kocek Rp1 Miliar untuk Kurangi Hukuman Subsider 4 Bulan

Kejari Denpasar, Luhur Istikfar ( tengah ), Kasipidum Denpasar, Eka Widanta ( kanan ), dan keluarga terdakwa kasus narkoba saat bayar denda di Kejari Denpasar. (foto : istimewa)

Beritabalionline.com – Seorang terpidana kasus narkoba yang diputus bersalah dengan hukuman 6 tahun penjara dan subsider 4 bulan, Michael Wijaya rela merogoh kocek untuk membayar uang denda hukuman subsider 4 bulan sebesar 1 miliar rupiah.

Pembayaran ini menjadi yang pertama bagi terpidana kasus narkoba yang membayar denda untuk mengurangi hukumannya.

Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar Luhur Istikfar mengatakan keluarga terpidana Michael Wijaya diputus pengadilan negeri bersalah karena tindak pidana narkotika dan dihukum 6 tahun serta 4 bulan subsider.

“Hukuman subsider ini  diwajibkan bayar denda 1 miliar dengan subsider 4 bulan. Dalam hal ini keluarga membayar Rp1 miliar dengan harapan subsider 4 bulan tidak dijalani,” ungkap Luhur di Denpasar, Jumat (28/11/2019).

Pembayaran denda tersebut, kata dia, juga sekaligus bagian dari penegakan hukum. “Artinya, dengan adanya pembayaran denda maka hukuman nanti akan berkurang. Uang denda ini sebagai bagian dari PNBP (penerimaan negara bukan pajak) untuk kejaksaan RI,” terang dia.

Dijelaskan, terpidana sudah menjalani hukuman sejak 2016 atau sudah 3 tahun dan ditambah sejumlah pengurangan di Lembaga Pemasyarakatan (LP). “Dengan pembayaran ini subsidernya 4 bulan sudah dijalankan. Uang denda akan masuk ke kas negara,” kata Luhur.

Pertimbangan lain terpidana membayar denda juga karena yang bersangkutan sakit. “Sehingga  pihak keluarga menggantinya dengan membayar subsider,” ungkapnya, seraya menyatakan sakit yang diderita terdakwa adalah hepatitis B dan C. (itn)