Usaha Sablon Batik yang Cemari Sungai Badung Disegel Sat Pol PP Denpasar

Tempat usaha sablon batik yang disegel Satpol PP Kota Denpasar. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Setelah terbukti melakukan pelangaran pembuangan limbah tekstil ke Sungai Badung, Usaha Sablon Batik yang berlokasi di Jalan Pulau Misol I Nomor 23 Denpasar Barat, resmi disegel Sat Pol PP Kota Denpasar. Pencemaran tersebut telah mengakibatkan berubahnya air Sungai Badung menjadi merah.

Penyegelan usaha sablon batik itu dipimpin langsung Kasat Pol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, pada Kamis (28/11/2019). Penyegelan Usaha milik Hj. Nurhayati ini turut dihadiri Tim DLHK Kota Denpasar, Aparat Kecamatan Denpasar Barat, Aparat Desa Dauh Puri Kauh, serta instansi terkait lainnya.

Kasat Pol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga saat diwawancarai disela penyegelan menjelaskan bahwa Sat Pol PP Kota Denpasar bersama Tim Gabungan bergerak cepat untuk mencari sumber pencemaran yang menyebabkan berubahnya warnanya air di aliran Sungai Badung.

Lebih lanjut dijelaskan, usaha yang digeluti Hj. Nurhayati itu melanggar Perda Nomor 11 Tahun 2015 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Kota Denpasar, Perda Nomor 1 Tahun 2015b tentang Ketertiban Umum, dan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Untuk itu, berdasarkan Perda Nomor 11 Tahun 2015 kita laksanakan penyegelan yang tertuang dalam Keputusan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar Nomor : 188.45/2489/SatpolPP/2019 tentang penyegelan kegiata usaha sablon Batik,” tegasnya.

Adapun atas pelanggaran ini yang bersangkutan akan diganjar hukuman melalui Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) yang akan digelar pada Jumat (29/11/2019). Sedangkan atas pelanggaran terhadap UU Nomro 32 Tahun 2009 telah dilimpahkan untuk selanjutnya ditangani oleh Polresta Denpasar.

“Untuk mengentaskan permasalahan serupa secara berkelanjutan diperlukan sinergitas seluruh komponen secara komperhensif guna meminimalisisr pelanggaran Perda dan Hukum,” ujar Dewa Sayoga.

BACA JUGA:  Desa Sidan Kembangkan Desa Wisata Bali Kuno

Selain melakukan pelanggaran pembuangan limbah, usaha ini juga tidak mengantongi perijinan yang terkait dengan usaha. Sehingga segel yang dilakukan bersifat permanen hingga yang bersangkutan mampu memenuhi persyaratan yang tertuang dalam Perda.

Sementara, Pemilik Usaha Sablon, Hj. Nurhayati mengaku pasrah melihat usahanya disegel. Pihaknya juga mengakui bahwa telah melakukan pembuangan limbah ke Sungai Badung. “Biasanya kami mengolah agar jernih, namun oleh karyawan belum diolah sudah dibuang, setelah disegel ini pun kita tidak akan beroperasi lagi,” ujarnya. (tra)