Simpan 20 Paket Sabu dan Ganja, Hendra Divonis 10 Tahun Penjara

Terdakwa Hendra Permana Putra usai jalani sidang putusan di PN Denpasar. (Foto : SAR/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pimpinan I Dewa Budi Watsara pada sidang, Rabu (27/11/2019) menjatuhkan hukuman 10 tahun kepada Hendra Permana Putra yang kedapatan menyimpan 20 paket sabu dan ganja.

Majelis hakim dalam amar putusannya menyatakan sependapat dengan jaksa penuntut umum Gusti Ayu raya Kartini yang menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU narkotika.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan pemufakatan jahat tanpa hak, menyimpan, memiliki, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman dan bukan tanaman. Menghukum terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 10 tahun,” tegas hakim dalam putusannya.

Putusan ini lebih ringan 2 tahun dari tuntutan jaksa. Pada sidang sebelumnya jaksa Kejari Denpasar itu menuntut agar terdakwa dihukum dengan pidana penjara selama 12 tahun.

Atas putusan itu, terdakwa yang didampingi tim kuasa hukum dari PBH Peradi Denpasar menyatakan menerima, begitu pula dengan jaksa juga menyatakan menerima. “Kami menerima putusan ini yang mulia,” ujar kuasa hukum terdakwa.

Dalam surat tuntutan jaksa juga mengurai fakta-fakta yang terungkap selama persidangan. Di antaranya, terdakwa dalam perkara ini tidak sendiri, pada saat ditangkap dia bersama MS (anak dibawah umur) dan Deni Lesmana.

Kasus ini berawal saat terdakwa dihubungi oleh Dewa Sutisna (DPO) pada tanggal 8 Mei 2019. Saat itu Dewa Sutisna mengatakan kepada terdakwa bahwa pada pukul 19.00 WITA ada bahan datang/turun dan dijawab oke oleh terdakwa.

Selanjutnya terdakwa mengambil barang atau bahan tersebut yang ternyata narkotika yang terbungkus dalam plastik hitam lalu di bawah ke rumahnya di Banjar Tegal Sari Denpasar Barat. “Sampai di rumah, barang tersebut dipecah menjadi 12 paket,” sebut jaksa Kejari Denpasar itu.

Kemudian 2 paket dititipkan kepada Deni Lesmana dan 10 paket terdakwa bawa. Terdakwa lalu menghubungi saksi MS dan menyerahkan 10 paket tersebut. Singkat cerita, pada saat terdakwa berada di salah satu hotel di Legian, terdakwa menghubungi saksi MS dan menanyakan 10 paket yang ada pada MS.

Terdakwa juga menghubungi Deni Lesmana untuk datang ke hotel tersebut. Pada saat mereka bertiga berada dalam kamar hotel datang petugas polisi dan langsung melakukan penangkapan serta penggeledahan. (sar)