Menteri PPPA Gandeng Pemda untuk Respons Cepat Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Menteri PPPA Bintang Darmawati membuka Rakernas APSAI 2019 di Legian Kuta. (foto: ist)

Beritabalionline.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengatakan, respons cepat pada kasus kekerasan anak dan perempuan dapat dilakukan dengan menggandeng setiap Pemerintah Daerah yang ada di Indonesia.

“Kasus kekerasan pada anak ini tetap menjadi prioritas kami, salah satu hal yang harus diperhatikan dan bagaimana kita bisa merespon cepat pada kasus itu tidak terlepas dari partisipasi  Pemerintah Daerah,” kata Bintang Darmawati usai membuka acara Rakernas APSAI 2019, di Legian Kuta, Kabupaten Badung, pada Kamis (28/11/2019).

Ia menjelaskan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak saat ini tengah menyusun pola-pola agar kasus kekerasan pada anak ini dapat berkurang jumlahnya.

Menurutnya, respons cepat dapat dilakukan dengan mengajak kerja sama pemerintah masing-masing daerah kabupaten/kota di Indonesia untuk dapat mengawasi, mendampingi dan cepat melaporkannya.

“Jadi tidak hanya Kementerian PPPA saja yang bekerja, tapi sesuai dengan arahan Presiden Jokowi kita harus kerja tim, baik bersama Polsek, Polres untuk penanganan tercepat,” ujarnya.

Terkait rehabilitasi, kata dia, akan ada sinergi dan kerja tim dengan Kementerian Sosial dan juga mengedepankan tindakan preventif agar kekerasan pada anak dan perempuan dapat diminimalisasi.

“Ke depan kita beri tindakan preventif dan kita sekarang masih mencari pola, apa yang harus dilakukan untuk meminimalisir kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak,” katanya.

Selain itu, terkait kekerdilan (stunting), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak akan memberikan pendidikan karakter, pola asuh dan sebagainya pada bagian parenting. (itn)

BACA JUGA:  Jelang Nataru, Ditlantas Polda Bali Tingkatkan Pengamanan di Jalan Raya