Kapolda Bali Sebut Puluhan Anggota Polri Meninggal Akibat Serangan Teroris

Kapolda Bali resmikan gedung Sport Center Prakasa Rucira Garjita. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Puluhan anggota polisi menjadi korban bahkan sampai meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan teroris. Kasus terakhir peledakan bom di Mapolresta Medan, Sumatera Utara.

“Kami (Polri) kerap menjadi sasaran teror, padahal kami tugas untuk negara dengan melindungi rakyat. Sudah puluhan meninggal dan ratusan anggota Polri luka akibat serangan teror,” kata Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose saat meresmikan gedung Sport Center Prakasa Rucira Garjita (PRG) yang di dalamnya juga terdapat museum penanggulangan terorisme, Rabu (27/11/2019) di Denpasar.

Kapolda mengatakan, salah satu fungsi negara adalah melindungi rakyat dan itu merupakan tugas Polri. Ia lantas berpesan kepada anggota Polri untuk tidak boleh berkecil hati meski tugas yang diemban berat.

Dalam peresmian gedung senilai Rp10 miliar yang terletak di Jalan WR Supratman, Tohpati, Denpasar Timur, dihadiri ratusan undangan termasuk petinggi dan mantan petinggi Densus 88 serta BNPT.

Di antaranya Ketua Bhayangkari Wilayah Bali, Komjen Pol. (Purn) Gorries Mere, Komjen Pol. (Purn) Made Mangku Pastika, Irjen Pol. Budiono Sandi, Irjen Pol. M. Syafii, Irjen Pol. (Purn) Benny Mamoto, Brigjen Pol. M. Hukom, Brigjen Pol. Eddy Hartono, Brigjen Pol. Surya Dharma, Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha, Bupati Gianyar dan Bupati Badung.

“Saya selalu katakan bahwa teroris adalah musuh rakyat Indonesia, bukan hanya penegak hukum. Selama negara ini berdiri, seluruh stakeholder, Polri, TNI, intelijen dan masyarakat, semua harus bersama-sama menjaganya,” tegasnya.

Kapolda juga menjelaskan bahwa maksud dibuatnya museum yakni untuk mengenang apa sudah dilakukan para penegak hukum, petugas Antiteror, Densus 88, BNPT dan seluruh stakeholder dalam menangani teororisme.

Museum ini memberikan gambaran secara menyeluruh tentang upaya Polri dalam mengungkap kasus teror yang terjadi di Bali. Hal tersebut dikarenakan, Pulau Bali merupakan awal kebangkitan dimulainya perlawanan terhadap terorisme di Indonesia.

“Saya coba inisiasi, museum tersebut untuk mengenang para pendahulu kami, termasuk anggota yang gugur,” papar lulusan Akpol 1988 ini. (agw)