Hingga Akhir 2019, Disbud Denpasar Inventarisasi 249 Cagar Budaya

Cagar Budaya Kota Denpasar.

Beritabalionline.com – Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan terus gencar menginventarisasi serta merestorasi cagar budaya yang ada di wilayah Kota Denpasar. Hal ini dilaksanakan sebagai bentuk perlindungan serta pemajuan terhadap kebudayaan setempat.

Hingga November 2019, Disbud Kota Denpasar telah berhasil menginventarisasi 249 dam merestorasi 6 cagar budaya. Adapun jumlah cagar budaya yang telah terinventarisasi secara rinci, yakni mulai tahun 2017 terdapat 34 cagar budaya yang terdiri atas 3 situs, 1 struktur, 1 bangunan dan 29 benda. Pada tahun 2018 terdapat 159 cagar budaya dengan rincian 8 situs, 4 struktur, 14 bangunan dan 133 benda.

Sedangkan di tahun 2019 terdapat sedikitnya 56 cagar budaya yang terdiri atas 3 situs, 15 struktur, 1 bangunan dan 37 benda dengan jumlah keseluruhan selama tiga tahun terakhir yakni 249 cagar budaya. Selain itu, Disbud bersama Tim Cagar Budaya juga turut melaksanakan restorasi dalam perbaikan 6 cagar budaya yang ada di Kota Denpasar.

Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram saat dikonfirmasi Rabu (27/11/2019) menjelaskan bahwa Pemkot Denpasar secara berkelanjutan terus melaksanakan pelestarian terhadap cagar budaya yang ada. Hal ini lantaran keberadaan cagar budaya sangat penting sebagai petunjuk dan referensi tentang peradaban masa lalu yang sangat bermanfaat di masa depan.

“Berbagai program untuk melindungi cagar budaya di Kota Denpasar terus kami maksimalkan, mulai dari inventarisasi, restorasi serta pelestarian berkelanjutan sehingga cagar budaya di Kota Denpasar tetap lestari dan menjadi wahana edukasi mengenai peradaban manusia,” terangnya.

Kabid Cagar Budaya Disbud Kota Denpasar, I Ketut Gde Suaryadala didampingi Staf Bidang Cagar Budaya, Dewa Yudi Wasudewa menjelaskan bahwa inventarisasi cagar budaya merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar guna merigistrasi cagar budaya yang ada di Kota Denpasar.

BACA JUGA:  Dainilai Ganggu Pariwasta Bali, Pecalang Bubarkan Unjuk Rasa Mahasiswa Papua

Selanjutnya dari inventarisasi yang dilakukan tersebut nantinya dapat menjadi acuan dalam usulan untuk diregistrasi pada portal registrasi nasional.

Adapun yang tergolong sebagai cagar budaya yakni situs, struktur, bangunan dan benda yang memiliki usia lebih dari 50 tahun, sehingga di dalamnya terkandung sebuah nilai sejarah yang melekat, utamanya pola arsitektur yang mencirikan peradaban pada saat pembuatannya. Disamping memenuhi ketentuan yang termuat dalam pasal-pasal UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan Perda Kota Denpasar No. 12 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Cagar Budaya.

“Dalam tiga tahun terakhir ini Disbud bersama Tim Cagar Budaya secara berkelanjutan melaksanakan inventarisasi dan restorasi dan seluruhnya sudah terdaftar dan diinput pada Registrasi Cagar Budaya Nasional,” demikian Suaryadala. (tra)