Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 500 Karung Berisi Pakaian Bekas dari Timor Leste

Dua truk berisi pakaian bekas diamankan polisi sebagai barang bukti. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Pakaian bekas sebanyak 500 karung asal Timor Leste berusaha diselundupkan ke Indonesia. Beruntung hal tersebut berhasil digagalkan petugas gabungan di antaranya dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Bali, NTB dan NTT (Bali Nusra) bersama TNI.

Pengiriman pakaian bekas tersebut digagalkan di perairan Pulau Keramat, Kecamatan Utan, Sumbawa, NTB, seperti dilansir merdeka.com, Rabu (20/11/2019).

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Bea Cukai Bali Nusra Sulaiman mengatakan  bahwa pihaknya telah melakukan penindakan pada Kapal KLM Rahmat Ilahi.

“Hal itu merupakan buah manis dari sinergi antara Bea Cukai dan TNI, dengan melakukan penindakan terhadap kapal yang diduga mengangkut pakaian bekas dari Timor Leste tanpa menyerahkan pemberitahuan pabean,” kata Sulaiman, di Kantor Bea Cukai Bali Nusra, Kabupaten Badung, Selasa (26/11/2019).

Kapal tersebut berasal dari Timor Leste menuju Pelabuhan Burung, Sumbawa. Kemudian petugas gabungan berhasil menangkap kapal tersebut sebelum memasuki perairan Labuan Burung.

“Kemudian dari hasil pemeriksaan, kedapatan kapal itu membawa muatan 500 karung pakaian bekas dari Timor Leste tujuan Pelabuhan Burung, Sumbawa,” jelas Sulaiman.

Nahkoda kapal berinisial MT yang merupakan warga Indonesia ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini tersangka dititipkan di Lapas Kelas II Sumbawa.

“Perbatasan Indonesia-Timor Leste ini selalu menjadi titik masuknya pakaian bekas ke Indonesia. Hal ini, dikarenakan di Timor Leste merupakan tempat penghubung masuknya pakaian bekas asal China dan Singapura, dan juga di sana tidak ada larangan untuk mengimpor limbah ke negaranya,” ujar Sulaiman.

Tersangka dituntut dengan ancaman pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102 Undang-undang, nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang, nomor 10 tahun 1995 tentang kepabeanan, dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun serta denda mencapai Rp5 miliar. *itn

BACA JUGA:  Majikan Penyiram Air Panas ART Diganjar 6 Tahun Penjara