Ajukan Banding, Wanita Pemilik Toko Emas Divonis Bebas

Terdakwa Siti Saodah divonis bebas setelah mengajukan banding.. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Siti Saodah, wanita pemilik salah satu toko emas di Denpasar ini akhirnya bisa bernafas lega. Bagaimana tidak, usai divonis 8 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, ia malah divonia bebas oleh majelis hakim di tingkat banding.

Sebagaimana termuat dalam website resmi Pengadilan Negeri Denpasar, majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar yang diketuai Ida Bagus Djagra menyatakan terdakwa tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan kesatu maupun dakwaan kedua jaksa.

“Membebaskan terdakwa oleh karena itu dari semua dakwaan jaksa, memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya dalam keadaan semula, memerintahkan terdakwa supaya dibebaskan dari tahanan kota,” demikian bunyi amar putusan majelis hakim PT. Denpasar.

Putusan majelis hakim PT Denpasar sebagaimana termuat dalam website resmi Pengadilan Negeri Denpasar dibacakan pada tanggal 4 November 2019. terkait putusan bebas ini juga dibenarkan oleh Jaksa Assri Susantina.

“Ya benar hakim banding menjatuhkan vonis bebas dan kami mengajukan kasasi,” kata jaksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali itu yang ditemui di PN Denpasar, Selasa (26/11/2019).

Seperti diberitakan sebelumnya, majelis Pengadilan Negeri (PN) Denpasar hakim pimpinan I Made Pasek dalam sidang, Kamis (26/9/2019) lalu dalam amar putusannya mengatakan Siti Saodah terbukti bersalah melakukan tindak pidana pemalsuan surat.

Atas hal itu, majelis menjatuhkan hukuman 8 bulan penjara. Vonis ini jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun.

Jaksa dalam amar tuntutannya juga menyatakan terdakwa Siti Saodah terbukti bersalah melakukan tindak pidana membuat surat palsu. Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 ayat (1).

Atas vonis itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya langsung menyatakan banding. Klimaksnya, majelis hakim banding menerima pengajuan banding terdakwa dan membebaskan terdakwa dari semua dakwaan jaksa. *sar