PGRI Harap Pidato Mendikbud Ditindaklanjuti dengan Aksi Nyata

Mendikbud Nadiem Makarim.

Beritabalionline.com – Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) angkat bicara terkait pidato 2 halaman Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang disampaikan dalam peringatan Hari Guru Nasional, di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senayan, Jakarta Pusat, Senin (25/11/20129). Dalam pidatonya, Nadiem mengajak para guru berinovasi dalam mengajar.

Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi berharap imbauan Mendikbud tersebut tak hanya sekedar retorika. Dia mengatakan, perlu ada aksi nyata dari pidato yang disampaikan Mendikbud tersebut.

“Dari pandangan PGRI adalah bahwa pidato itu tidak hanya disampaikan, perlu ditindaklanjuti aksi nyata misalnya langsung menyederhanakan aturan-aturan dan memberikan penguatan kepada pengawas dan kepala sekolah,” kata Unifah saat dihubungi merdeka.com.

Menurut dia, salah satu langkah nyata itu tak menghapus pengawas sekolah. Alasan dia, pengawas sekolah itu sangat penting untuk memantau sistem pendidikan di sekolah tersebut.

Selain itu, kata Unifah, pidato disampaikan Mendikbud tersebut bukanlah hal baru. Menurut dia, imbauan disampaikan Menteri Nadiem itu sebetulnya kerap disampaikan PGRI dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara puncak perayaan Hari Guru 2 Desember 2017 lalu di Stadion Chandrabaga Bekasi.

“Kami mengapresiasi iya karena menteri yang menyampaikan maka resonansinya menjadi lebih besar semoga ditindaklanjuti pejabat di bawahnya, tetapi permasalahan itu sudah sering disampaikan PGRI dipelbagai kesempatan termasuk oleh Bapak Presiden Desember 2017 di Stadion Chandrabaga Bekasi 2 tahun lalu dan presiden sangat mengapresiasi,” ujar Unifah.

Unifah mengatakan, guru merupakan episentrum perubahan untuk menuju Indonesia maju. Dia menambahkan kemajuan teknologi, komunikasi, dan informasi sangat cepat dan membawa dampak dalam proses pembelajaran di sekolah.

“Untuk itu sudah seharusnya perhatian terhadap guru menjadi sangat penting mulai dari pemenuhan kebutuhan guru, profesionalisme, kesejahteraan, pelatihan, hingga perlindungannya,” ujar Unifah. (itn)

BACA JUGA:  Korban Tewas Akibat Gempa dan Tsunami Palu-Donggala Capai 1.948 orang