Jadi Kurir Sabu, Wanita Kelahiran Gianyar Divonis 6 Tahun Penjara

Terdakwa Ida Ayu Putu Eka Semarayani di persidangan PN Denpasar. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Wanita kelahiran Gianyar, Ida Ayu Putu Eka Semarayani yang terlibat dalam jaringan pengedar narkotika divonis hukuman 6 tahun penjara, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, pada Senin (25/11/2019).

Majelis hakim pimpinan IGN Putra Atmaja dalam amar putusannya menyatakan sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum JPU), yaitu menyatakan terdakwa terbukti bersalah menjadi perantara dalam jual beli narkotika.

Namun majelis tidak sependapat dengan lamanya hukuman yang dimohonkan oleh Jaksa Gusti Ayu Putu Hendrawati yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 7 tahun.

Setelah mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan majelis akhirnya memangkas hukuman terdakwa menjadi 6 tahun penjara denda Rp 1 miliar. “Apabila denda tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama 4 bulan,” tegas hakim dalam putusannya.

Atas putusan itu, baik terdakwa maupun Jaksa sama-sama menyatakan menerima. “Kami menerima putusan ini yang mulia,” kata Jaksa Kejari Denpasar itu.

Seperti diberitakan sebelumnya terdakwa ditangkap pada hari Sabtu 13 Juli 2019 sekira pukul 17.00 WITA di jalan raya Sesetan Gang Kalisari Nomor 3, Denpasar. penangkapan terdakwa ini berawal dari adanya informasi masyarakat yang menyebut bahwa ada orang bernama Tika sering mengedarkan narkotika.

Dari tangan terdakwa polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu sebanyak 12 plastik klip yang setelah ditimbang beratnya mencapai 5,50 gram bruto. Kepada petugas terdakwa mengaku mendapat barang itu dari Diki.

Atas perintah Dicky, terdakwa mengambil tempelan dan menempel kembali serta mendapat upah sebesar Rp 50.000 sekali tempel. “Terdakwa juga mengaku sudah menempel di beberapa tempat dan sudah menerima upah,” pungkas jaksa. (sar)

BACA JUGA:  Pemred BBO Cabut Laporan di Polda Bali Terkait Ujaran Kebencian, Sebut Terlapor Sudah Minta Maaf