Kejari Denpasar Hilangkan Kesan ‘Angker’ Institusi Kejaksaan

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Denpasar I Wayan Eka Widanta SH MH. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Institusi kejaksaan yang selama ini terkesan angker dan menyeramkan, perlahan diupayakan untuk menjadi semakin dekat dan akrab dengan masyarakat, tetutama bagi mereka yang mencari keadilan.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, misalnya, kini terus berbenah dalam memberikan pelayan hukum yang terbaik, sebagai salah satu upaya menghilangkan kesan ‘angker’ tersebut.

“Bentuk terobosan awal yang kami lakukan adalah dengan mengedepankan prinsip melayani bagi masyarakakat pencari keadilan, ” kata Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Denpasar I Wayan Eka Widanta SH MH kepada awak media di Denpasar, Sabtu (23/11/2019).

Sebagai pihak yang bersentuhan langsung dengan berbagai pelayan publik di Kejari Denpasar, Eka Widanta berharap dengan pola prinsip memberi pelayanan terbaik akan mampu menghapus kesan ‘angker’ institusi kejaksaan di mata masyarakat.

“Dari dulu kejaksaan sudah terus berbenah, namun khusus di Kejari Denpasar saat ini memang intensitas pelayananya sengaja kami tingkatkan,” ujar pria berusia 39 tahun itu.

Selain terus berupaya meningkatkan pelayanan, lanjut Eka Widanta, pihaknya juga sangat terbuka terhadap segala informasi maupun kritik dari awak media massa melalui pemberitaan yang mereka muat.

Sedangkan sebagai komitmen pelaksanaan program Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) yang kemudian dilanjutkan dengan program Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), Kejari Denpasar membuat ruang tamu terbuka, sehingga para jaksa tidak lagi menerima tamu di ruang kerja mereka masing-masing.

Tak hanya itu, ketika warga masyarakat memasuki ruang depan gedung Kejari Denpasar, mereka akan langsung disapa dengan ramah oleh sejumlah petugas.

Di samping itu, Kejari Denpasar juga melakukan penataan jadwal sidang menjadi lebih efisien dan tepat waktu untuk mengatasi berbagai keluhanan yang muncul di masyarakat selama ini. (tra)

BACA JUGA:  Dampak Corona, Ratusan Sopir dan Pramuwisata di Nusa Penida Menganggur