Aniaya Anak Buah Mandor dan Bawa Kabur Handphone, Dua Buruh Bangunan Ditangkap Polisi

Kedua buruh bangunan beserta barang bukti usai ditangkap Resmob Satreskrim Polresta Denpasar. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Dua buruh bangunan bernama Andrik Purnomo alias Andi (30) dan Adi Sugiarto (26) alias Gondrong digelandang ke Mapolresta Denpasar karena melakukan aksi pencurian disertai kekerasan.

“Kedua pelaku melakukan penganiayaan dan mengancam korban dengan menggunakan pisau dapur. Ketika korban takut, mereka kemudian mengambil dua buah handphone milik korban,” terang Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan, Minggu (24/11/2019) di Denpasar.

Sebelum melakukan aksinya, kedua buruh proyek tersebut menggelar pesta miras di tempat kos Andrik Purnomo di Jalan Bedahulu nomor 9, Denpasar Utara, Kamis (21/11/2019) sekitar pukul 01.00 WITA.

Dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol, Adi lalu mengajak Andrik ke kos mandornya bernama Muji di Jalan Tunjung Tutur gang Suli, Peguyangan, Denpasar Utara dengan tujuan meminta uang upah kerja.

Tiba di TKP pelaku langsung menggedor pintu kamar kos yang dihuni Muji di lantai 2, namun saat itu yang keluar dua orang korban bernama Irgan Nusa Iswara (26) dan Muh. Zainul Alim (21).

Adi lalu menanyakan keberadaan Muji tapi tidak dijawab oleh kedua korban. Pelaku Adi kemudian mengajak kedua korban turun ke lantai 1 dan kembali ditanya keberadaan Muji.

Karena lagi-lagi tidak mau menjawab, Irgan dan Alim akhirnya ditendang dan dipukul oleh kedua pihak. Kedua korban lalu dibawa naik ke lantai 2 dan dimasukkan ke dalam kamar.

Di sana pelaku menghajar kedua korban dengan menggunakan gagang sapu ijuk yang sebelumnya diambil di lantai 1. Saat menghajar pelaku, Adi mengambil pisau di dapur kamar kos. Pisau lalu digunakan mengancam korban.

Kedua korban yang ketakutan hanya bisa diam ketika handphone miliknya diambil pelaku. Usai menjalankan aksinya, pelaku kabur meninggalkan korban.

Akibat pukulan dan tendangan, Irgan mengalami luka lecet dan lebam di wajah, pipi kiri dan bawah mata kiri. Selain itu, handphone merk Oppo miliknya diambil oleh pelaku.

Alim mengalami sejumlah luka di bagian kepala depan dan belakang akibat dipukul gagang sapu. Handphone merk Samsung A7 miliknya juga dibawa pelaku.

“Kejadian tersebut mengakibatkan kedua korban mengalami kerugian sebesar Rp6,5 juta,” kata Kasat Reskrim.

Tim Resmob Satreskrim Polresta Denpasar yang menerima laporan kemudian melakukan penyelidikan. Kedua pelaku akhirnya diringkus di seputaran Lapangan Lumintang, Denpasar Utara, Sabtu (23/11/2019) sekitar pukul 03.00 WITA.

“Kedua pelaku kami tangkap saat akan meninggalkan Denpasar. Kami juga mengamankan barang bukti berupa dua handphone milik korban, gagang sapu yang digunakan menganiaya korban, serta sebuah pisau,” jelas Kasat Reskrim.

Atas perbuatannya para pelaku dijerat pasal 365 KUHP atau pasal 368 KUHP dengan ancaman pidana penjara 9 tahun. (agw)