Diintimidasi Sopir Konvensional saat Bawa Penumpang Asal Korea, Sopir Transport Online Ngaku Trauma

Kadek Rino Christiandi, sopir transport online. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Perselisihan antara sopir transport konvensional dengan sopir transport online di Bali kembali terjadi. Sopir transport online bernama Kadek Rino Christiandi (35) mendapat perlakuan kasar dari sopir konvensional berinisial MK saat Rino membawa tamu.

“Hari ini saya kembali dipanggil pihak kepolisian untuk memberikan keterangan dan penyerahan barang bukti,” kata Kadek Rino saat ditemui di seputaran Nusa Dua, Badung, Jumat (22/11/2019).

Kadek memaparkan, kasus ini bermula saat ia mendapatkan oderan menjemput tamu di Bali Colletion, Kawasan ITDC Nusa Dua, Badung, Kamis (3/11/2019) sekitar pukul 12.30 WITA. Sekitar pukul 12.45 WITA, Kadek tiba di lobi Bali Colletion.

“Saya lihat ada MK (terlapor) sedang berdiri dengan tamu perempuan dan anak-anaknya tidak jauh dari lobi,” ujarnya mengingat kejadian kala itu.

Sebelumnya Kadek tidak terlalu mengenal terlapor. Setibanya di lobi, Kadek kemudian memberi tahu tamu yang berasal dari Korea bahwa dirinya telah tiba. Tak berselang lama, datang tamu yang terdiri dari dua orang dewasa dan dua anak-anak.

“Tamunya sudah masuk ke mobil, lalu tiba-tiba datang MK dan melarang saya untuk menaikan tamu sambil teriak-teriak,” bebernya.

Saat terjadi perdebatan MK tidak sendiri, di belakangnya juga berdiri pria berinisial KD terlihat emosi dengan menghalangi mobil dan melakukan pengancaman dengan menelpon seseorang berinisial YG.

Karena tamunya minta jalan, Kadek Rino mengemudikan kendarannya. Terlapor MK kemudian naik pitam. Ia sempat membuka dan membanting pintu belakang mobil sebelah kanan. Hal tersebut membuat tamu tersebut teriak histeris ketakutan.

“Tamunya menolak (taxi kovensional) dan memilih saya. Tamunya dari dalam mobil bilang jalan saja, katanya mau sama saya,” sambungnya.

BACA JUGA:  Pers di Bali Masuk 4 Besar Terbaik Nasional Pemberitaan Covid-19, Menkominfo Beri Apresiasi

Tindakan membuka dan membanting pintu mobil Kadek tak dilakukan sekali, tetapi dua kali. Meski akhirnya berhasil lepas dari keributan tersebut, sore harinya Kadek memilih untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Awalnya laporan Kadek ditolak oleh pihak kepolisian. Namun karena unsur pidana dalam pasal 335 KUHP terkait perbuatan tidak menyenangkan, polisi akhinya menerima. Ada tiga orang yang dilaporkan yakni MK, KD dan YG.

Kasus ini viral karena video saat MK membanting pintu mobil Kadek Rino menyebar luas di media sosial. Terkait hal yang merugikan lainnya, Kadek Rino yang sudah satu tahun bekerja sebagai sopir online ini kini merasa trauma.

“Iya saya trauma. Saya kini tak bisa melakukan aktivitas bekerja seperti biasanya karena merasa was-was dengan kejadian itu,” sebutnya.

Sedangkan untuk kerugian secara materil, Kadek menyebut pintu yang dibanting oleh terlapor selama dua kali tersebut menjadi bengkok. Yang lebih merugikan kata Kadek adalah rusaknya dunia pariwisata bali di mata para wisatawan yang datang.

“Tamunya sempat bilang, kenapa mafia taxi diberikan seperti ini di sini? Tak ada jaminan untuk kami (wisatawan) bebas memilih transportasi yang kami inginkan. Saya sangat kecewa,” kata Kadek menyampaikan curhatan tamu Korea yang dibawanya tersebut.

Hingga kini Kadek masih menunggu tindak lanjut dari pihak kepolisian untuk kasus yang menimpa dirinya tersebut.

“Harapan saya, kasus seperti ini jangan terjadi lagi. Kami (sopir online) meminta perlindungan hukum sebagai sopir lokal yang juga warga negara Indonesia. Saya harap kasus ini tetap dilanjutkan,” ucapnya.

Saat dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Kuta Selatan Iptu Aris Setiyanto mengaku masih mengecek laporan terkait perselisihan sopir online dan sopir konvensional.

BACA JUGA:  Badung Alokasikan Dana Rp30 Miliar untuk Bisa Olah Sampah 200 Ton per Hari

“Sebentar saya cek dulu ya,” kata Kanit Reskrim Iptu Aris. (agw)