1.800 ASN dari 10 OPD di Pemkot Denpasar Jalani Tes Urine

ASN di lingkungan Pemkot Dernpasar jalani tes urine. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar melakukan tes urine kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di 10 OPD lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar dalam upaya melaksanakan program Pencegahan Pemberantasan Penyalahugunaan dan Peradaran gelap Narkoba (P4GN).

Kadis Kesehatan Kota Denpasar, dr. Luh Putu Sri Armini saat acara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 55, pada Jumat (22/11/2019) di lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, mengatakan, tercatat 1.800 pegawai dari 10 OPD ASN di lingkup Pemkot Denpasar di tes urine selama kurang lebih 1 bulan.

Satu per satu dari mereka diambil sampel air seni untuk dilakukan tes urine. Air seni tersebut langsung diuji melalui alat yang telah disediakan dengan menggunakan enam parameter terdiri dari kokain, metamfetamina, amphetamina, THC (ganja), BZO, dan morfin.

“Pemkot sangat konsisten untuk turut mencegah penyalahgunaan narkoba di masyarakat termasuk di lingkungan pegawai Pemkot Denpasar termasuk Dinas Kesehatan Kota Denpasar,” ujar Sri Armini.

Ia berharap dengan dilakukannya tes urine di lingkungan pegawai ASN akan selalu waspada tentang penyalahgunaan narkoba dan menjauhinya. Dan bagi ASN yang telah dites urine dan positif menggunakan narkoba, maka akan ada sanksi yang menanti mereka, seperti terkena sanksi Undang-undang Kepegawaian dan pidana umum.

Sementara Kepala BNN Kota Denpasar, AKBP Hagyono, SH., MH., didampingi Kasi P2M (Pencegahan Pemberdayaan Masyarakat) BNNK Denpasar, Putu Soni Kurniawan mengatakan, screening test ini dilakukan setiap tahun kepada seluruh organisasi perangkat daerah di Kota Denpasar.

Ditambahkan Hagyono, ASN Pemerintah Kota Denpasar yang rata-rata masih usia muda, harus bisa menghindari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dengan menjalani gaya hidup sehat dan melakukan berbagai upaya pencegahan dengan kegiatan-kegiatan positif.

Menurutnya, pengetesan urine dilakukan tanpa memberitahu ASN. Hal ini dikarenakan pihaknya ingin melihat kondisi apa adanya para ASN, serta untuk menghindari adanya rekayasa dan ASN yang menghindar.

Dari hasil pemeriksaan urine kepada 1.800 ASN tersebut, tidak ditemukan ASN yang menyalahgunakan narkoba. (tra)