Teror Harimau, Wisatawan Dilarang Berada di Gunung Dempo Hingga Malam Hari

Harimau Sumatera di Kebun Binatang Sydney.

Beritabalionline.com – Harimau Sumatera diduga masih berkeliaran dan masuk ke pemukiman. Kondisi itu membuat kunjungan ke Taman Wisata Gunung Dempo Pagaralam, Sumatera Selatan, dibatasi. Pengunjung dilarang berkemah atau menginap di lokasi.

Kepala Dinas Pariwisata Pagaralam, Syamsul Bahri Burlian, menjelaskan kebijakan itu berdasarkan pertimbangan keamanan pengunjung pasca serangan harimau terhadap warga dan wisatawan Gunung Dempo. Dari segi waktu, pengunjung harus keluar sebelum malam dan dari segi tempat dilarang masuk ke area Tugu Rimau.

“Untuk sementara waktu, kami batasi wisatawan demi menghindari teror harimau Sumatera,” ungkap Syamsul, Kamis (21/11).

Pihaknya telah meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel mencari keberadaan hewan dilindungi itu. Jika dipandang sudah aman, kunjungan akan kembali dibuka seperti biasa.

“Kalau mau berkeliling kebun teh atau Dempo Park masih diperkenankan, tapi harus hati-hati,” ujarnya.

Kepala Pos SAR Pagaralam, Alfaris, menegaskan jalur Tugu Rimau ditutup untuk pendakian. Hal itu bertujuan agar pendaki terpusat menggunakan jalur Kampung IV sehingga mudah dilaksanakan pendataan.

“Tugu Rimau kami gunakan hanya untuk evakuasi, kita tutup secara resmi jalur itu,” pungkasnya. (itn)

BACA JUGA:  Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan, Polisi Buru Satu Pelaku