KPK Perpanjang Penahanan Mantan Menpora, Imam Nahrawi

KPK tahan mantan Menpora Imam Nahrawi.

Beritabalionline.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dalam kasus dugaan suap dana hibah terhadap Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melalui Kemenpora. Penahanan Imam Nahrawi diperpanjang hingga 30 hari ke depan.

“IMN (Imam Nahrawi) diperpanjang penahanannya selama 30 hari ke depan,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/1/2019).

Imam sendiri usai diperiksa penyidik KPK mengakui sudah menandatangani surat perpanjangan penahanannya. Namun Imam enggan membahas lebih jauh soal kasusnya.

Imam justru‎ mengajak publik mendoakan kontingen Indonesia yang akan berlaga pada SEA Games Filipina 2019 yang berlangsung mulai 30 November 2019 hingga 11 Desember 2019 mendatang.

“Doakan ya Indonesia nanti menyongsong SEA Games 2019 di Filipina,” kata Imam.

Dalam kasus ini KPK menetapkan mantan Menpora Imam Nahrawi dan asisten pribadinya Miftahul Ulum sebagai tersangka suap dana hibah KONI. Selain suap, keduanya juga dijerat gratifikasi. Imam Nahrawi melalui Ulum diduga telah menerima uang total Rp 26,5 miliar.

Uang tersebut merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora, kemudian jabatan Imam sebagai Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.

KPK menduga uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait. (itn)