Tergiur Upah Rp40 Juta, Gede Arya Nekat Jadi Kurir Narkoba

Gede Arya Krisna diborgol tangannya saat di Mapolresta Denpasar. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Pria bernama Gede Arya Krisna (32) dibekuk petugas kepolisian lantaran menjadi kurir narkoba. Dalam penangkapan petugas mengamankan barang bukti tujuh paket sabu dengan seberat 409,16 gram.

“Selain sabu, kita juga menemukan lima plastik klip berisi 134,5 butir ekstasi warna hijau, tiga plastik berisi 99 ekstasi warna abu-abu, serta satu plastik berisi 100 butir ekstasi warna biru,” ucap Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiwan, Rabu (20/11/2019) di Mapolresta Denpasar.

Untuk dapat meringkus pelaku yang kos di Jalan Mekar II Blok CX nomor 9 Pemogan, Denpasar Selatan ini, Satresnarkoba Polresta Denpasar butuh waktu lebih dari sepekan.

Terbongkarnya aksi pelaku berawal dari informasi masyarakat bahwa di Jalan Tegal Buah, Denpasar Barat sering dijadikan transaksi narkotika. Berbekal ciri-ciri serta tempat tinggal pelaku, petugas langsung melakukan penyelidikan.

Saat melakukan pengintaian, polisi melihat pelaku melintas di Jalan Mekar, Pemogan, Denpasar Selatan, Jumat (15/11/2019) sekitar pukul 15.30 WITA. Tanpa buang waktu, petugas melakukan pengejaran dan meringkusnya.

Tersangka langsung digelandang ke kamar kosnya. Di sana ditemukan barang bukti berupa tujuh paket sabu dan sembilan paket ekstasi yang disimpan di dalam lemari miliknya.

“Barang tersebut diperoleh dari seseorang yang biasa dipanggil Koko, namun tersangka tidak mengetahui keberadaannya,” beber Kapolresta.

Sementara Kasat Resnarkoba AKP Mikael Hutabarat menambahkan, tersangka berperan sebagai kurir. Oleh pemilik barang, ia mengaku dijanjikan upah sebesar Rp40 juta rupiah apabila berhasil mengirim sabu dan ekstasi.

“Tersangka bukan residivis. Dia mengatakan alasan mau menjadi kurir narkoba karena faktor ekonomi,” jelas AKP Mikael Hutabarat. (agw)

BACA JUGA:  Simpan Ganja dan Kokain, Sarjana Komputer Asal Ukraina Terancam 12 Tahun Penjara