Mensos Juliari P Batubara Tegaskan Jangan Pernah Ragu dengan Program Pemerintah

Kunjungan Mensos Juliari P Batubara di Kabupaten Tabanan. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Menteri Sosial RI Juliari Peter Batubara mengunjungi Kabupaten Tabanan dalam rangka Penyaluran bantuan alat bantu aksesbilitas sensorik netra, program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT), pada Jumat (15/11/2019).

Kegiatan yang dipusatkan di Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Mahatmiya Bali, Banjar Anyar, Kediri, Tabanan tersebut, juga dihadiri oleh para Dirjen Kemnsos. Di antaranya, Dirjen PFM (Perlindungan Parkir Miskin) Andi Dulung, Dirjen Linjamsos (Perlindungan Dan Jaminan Sosial) Hary Hikmat, Dirjem Resos (Rehabilitasi Sosial) Edy Suharto.

Mensos Juliari Batubara mengatakan, kunjungan ke Tabanan adalah untuk melihat perkembangan PSBN Mahatmiya dan melihat realisasi di lapamgan PKH dan BPNT yang merupakan program dari Kemensos.

“Saya dan temen-temen hadir disini untuk memastikan bahwa bantuan kami, bantuan-bantuan sosial kami, balai kami hadir di tengah tengah Ibu/Bapak dan siap mengangkat harkat martabat ibu-ibu sekalian dan suadara –saudara kami di Tabanan untuk menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Untuk saat ini, Juliari mengungkapkan belum ada program baru yang akan diluncurkan dan akan meneruskan program terdahulu. Dia menilai program yang lama sangat baik sehingga harus dilanjutkan karena benar-benar menyentuh masyarakat banyak.

“Saya kan baru tiga minggu menjadi Menteri. Ya mulai sekarang, mulai minggu ini Saya coba untuk berkeliling ke beberapa Daerah. Dari Bali, Minggu depan Saya akan ke Sulawesi Utara, kemudian Jawa Tengah, yaitu untuk melihat program-program yang kita jalankan, program-program yang dibiayai APBN tepat sasaran,” ungkapnya.

Juliari menegaskan kepada masyarakat yang hadir saat itu tidak usah ragu dengan komitmen Pemerintah, khususnya komitmen Kementrian Sosial. “Visi Presiden Jokowi adalah untuk mensejahterakan rakyat. Karena itu  beliau tidak akan membiarkan rakyatnya kelaparan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tabanan I Nyoman Gede Gunawan  menjelaskan, kunjungan Mensos ke Tabanan adalah untuk melihat realisasi program PKH, BPNT dan KUBE serta tatap muka dengan Keluarga Penerima Manfaat atau KPM. “Jadi Pak Menteri ini melihat realisasi program Kemensos di lapangan,” ungkapnya.

“Mudah-mudahan ini memberikan motivasi untuk rekaan-rekan PKH dan saudara-saudara penerima manfaat. Paling tidak kita punya semangat dengan kehadiran Pak Menteri,” katanya.

Dijelaskan, untuk Kabupaten Tabanan jumlah Kepala Penerima Manfaat (KPM) pada tahun 2019 dikurangi KPM yang sudah graduasi tercatat sebanyak 10.300 orang dari sebelumnya 10.900 orang. Dengan begitu, setidaknya saat ini hadir 350 KPM dari Desa Banjar Anyar dan Desa Kediri, demikian Gunawan. (tra)