Gelapkan Mobil Sewa, Tiga Pria Asal Medan Diringkus Polisi

Ketiga komplotan pelaku penggelapan mobil. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Tiga orang komplotan penggelapan dengan modus sewa mobil lintas pulau bernama Janfrisa Sembiring (30), Sahdan Guntur Harahap (34) dan Gerry Tobing (32) diringkus Unit Reskrim Polsek Kuta.

“Pelaku membawa kabur mobil Toyota Fortuner VRS yang disewa dari korban bernama Tarsudi (36),” terang Kapolsek Kuta AKP Teuku Ricky Fadlianshah saat dimintai konfirmasi, Kamis (14/11/2019).

Dari keterangan korban, sebelumnya ia mendapat order sewa mobil melalui online selama tiga hari. Kendaraan lalu diantar ke Hotel Watermark Kedonganan, Kuta, Badung tempat pelaku menginap, Rabu (9/10/2019) sekitar pukul 21.00 WITA.

“Harga sewa mobil selama tiga hari yakni Rp2,8 juta. Mobil lalu diantar ke hotel tempat pelaku menginap,” jelas Kapolsek.

Setelah jatuh tempo, Jumat (12/10/2019) sekitar pukul 21.00 WITA, korban mencoba menghubungi pelaku namun nomornya tidak aktif, dan mobilnya sudah tidak ada. Kejadian tersebut mengakibatkan korban menderita kerugian Rp430 juta.

Polisi yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan. Di sana diperoleh informasi jika pelaku berada di wilayah Surabaya, Jawa Timur. Unit Reskrim Polsek Kuta kemudian berkoordinasi dengan polisi di Surabaya.

Ketiga pelaku akhirnya berhasil diringkus di sebuah hotel di seputaran Surabaya, Minggu (27/10/2019) sekitar pukul 12.00 WITA. Ketika diperiksa, ketiga komplotan asal Medan, Sumatera Utara ini mengakui segala perbuatannya.

Kanit Reskrim Iptu Putu Ika Prabawa menjelaskan, ketiga pelaku memiliki peran berbeda. Janfrisa sebagai pembuat berkas sewa mobil, komunikasi dengan pihak rental, pembuat identitas palsu, koordinasi dengan towing untuk pengangkutan mobil, serta transaksi mobil.

Sahdan bertugas sebagai komunikasi dengan pihak rental, penerima mobil, transaksi mobil dan penyalur mobil. Sementara peran Gerry Tobing yakni membuka dan melepas GPS di dalam mobil.

BACA JUGA:  Gigolo Pembunuh SPG Mobil Dituntut 12 Tahun Penjara

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan seppasang plat mobil DK 1069 EI yang sudah dicat warna hitam, satu lembar agrement, satu unit alat laminating, sebuah printer, dan mesin cutting.

“Mobil belum ditemukan, kami sudah melakukan upaya pencarian di wilayah Jawa Timur dan beberapa wilayah lain seperti Medan dan Aceh karena menurut pengakuan pelaku, mobil sudah dijual,” kata Kanit Reskrim. (agw)