Dua WN Ukraina Pelaku Perampokan Money Changer Divonis 7 Tahun Penjara

Sidang kasus perampokan Money Changer oleh dua warga Ukraina di PN Denpasar. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Dua warga negara asal Ukraina yang diduga merampok money changer (MC) di Jalan Pratama nomor 36 XY, Kuta Selatan, Georgie Zhukov (40) dan Robert Haupt (41), Rabu (13/11/2019) divonis hukuman 7 tahun penjara.

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pimpinan I Wayan Kawisada dalam amar putusannya menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam apasal 365 ayat (1) ayat (2) dan ke-2 KUHP.

“Menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana mengambil barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum yang disertai dengan kekerasan Oleh karena itu, menjatuhkan putusan kepada kedua terdakwa dengan pidana penjara selama 7 tahun,” tegas mejelis hakim.

Vonis ini 2 tahun lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Luh Oka Ariani Adhikarini yang pada sidang sebelumnya menuntut kedua terdakwa dengan pidana penjara selama 9 tahun.

Dalam amar putusannya, majelis menyebut bahwa memang tidak ada saksi yang melihat langsung kedua terdakwa bersama Maxim Bredikhin, Vitali dan Alexei Krokik melakukan perampokan di money changer milik PT Bali Maspintjinra AMC (BMC).

Tapi dari bukti petunjuk dan keterangan saksi, serta barang bukti yang diajukan dalam persidangan, majelis hakim berkeyakinan bahwa kedua terdakwa ikut dalam aksi perampokan yang terjadi pada tanggal 19 Maret 2019 lalu.

Atas putusan ini, kedua terdakwa melalui kuasa hukumnya, I Komang Ari Sumartawan menyatakan pikir-pikir. Sikap yang sama juga menjadi pilihan JPU. “Setelah berunding dengan klien kami, kami menyatakan pikir-pikir yang mulia, ” ujar kuasa hukum kedua terdakwa.

BACA JUGA:  Jadi Kurir Narkoba, Pasangan Kekasih Diciduk Petugas BNNP Bali

Seperti diketahui, dalam kasus ini ada dua pelaku lain yang belum tertangkap. Kedua pelaku ini adalah Maxim Bredikhin dan Vitali. Sedangkan satu pelaku lagi atas nama Alexei Krotkik, meninggal saat dilakukan penangkapan.

Kasus yang menjerat kedua terdakwa ini berawal saat kedua terdakwa bersama pelaku lainnya melakukan perampokan di money changer milik PT. Bali Maspintjinra AMC (BMC) di Jalan Pratama 36 XY, Kuta Selatan tanggal 19 Maret 2019 lalu.

Saat itu kedua terdakwa bersama pelaku lain sekitar pukul 00.15 WITA datang ke tempat kejadian dengan mengendarai sebuah mobil. Kedua terdakwa bersama Maxim Bredikhin dan satu pelaku turun dari mobil dan langsung mengetuk pintu belakang money changer MBC.

Setelah pintu dibuka oleh saksi Muhammad Sandriani, saksi langsung dihajar oleh para terdakwa. Para terdakwa lalu mengikat kaki dan tangan serta melakban mulut saksi. Kedua terdakwa bersama pelaku lainya juga menghajar saksi Abdul Haris Karim dan Gedi Kurniawan yang sedang tidur.

Setelah berhasil melumpuhkan para saksi, kedua terdakwa bersama pelaku lainya mengambil uang di laci kasir serta membawa kabur sebuah brankas berisikan uang. Akibat perbuatan para terdakwa PT. BMC mengalami kerugian Rp1.006.873.350.

Selain itu, kedua terdakwa dan pelaku lainya juga membawa kabur dompet milik saksi Gedi Kurniawan yang berisikan uang Rp375.000. Akibat perbuatan terdakwa pula, saksi Muhammad Sandriadi, Abdul Haris Karim dan Gedi Kurniawan mengalami luka-luka. (sar)