Putra Mantan Gubernur Bali Diperiksa 5 Jam, Diduga Terlibat Penipuan dan Terima Uang Rp8,3 Miliar

Putu Sandoz usai jalani pemeriksaan di Mapolda Bali. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Kasus dugaan penipuan dan penggelapan proyek penataan areal Pelabuhan Benoa Denpasar yang menjerat mantan Kepala Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali, Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra, kini memasuki babak baru.

Anak mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Putu Sandoz Prawirotama yang namanya ikut terseret dalam kasus tersebut kembali menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali.

“Dipanggil untuk dimintai klarifikasi terkait perkara penipuan dan penggelapan pengurusan izin pembangunan kawasan Pelabuhan Benoa,” kata Wakil Direktur Ditkrimsus Polda Bali, AKBP Bambang Tertianto, Selasa (12/11/2019) di Mapolda Bali.

Sandoz diperiksa oleh penyidik Subdit 3 Ditkrimsus Polda Bali selama kurang lebih 5 jam. Informasi yang diperoleh menyebutkan, materi pemeriksaan seputar kasus, di mana Sandoz disebut-sebut menerima aliran dana sebesar Rp8,3 miliar, dari total dana rencana pengurusan izin sebesar Rp16 miliar.

“Diklarifikasi oleh penyidik Subdit terkait ada apa tidak aliran keuangan yang dia pakai untuk membayar pihak-pihak perijinan,” ucap AKBP Bambang.

Ketika ditanya apakah ada pihak lain akan dipanggil selain Sandoz, mantan Kapolres Klungkung tersebut hanya menjawab ada banyak pihak yang dipanggil, namun dia enggan menyebut siapa saja yang dimaksud.

Usai diperiksa, Sandoz yang datang menjalani pemeriksaan seorang diri di Mapolda Bali tanpa didampingi pengacaranya lebih memilih bungkam.

“Maaf ya,” ujarnya singkat sembari berjalan meninggalkan Gedung Ditreskrimsus Polda Bali. (agw)

BACA JUGA:  Dari 6 Pelaku Pencurian di Mapolda Bali, 4 Sudah Ditangkap, 2 Masih Buron