Gugatan Praperadilan Nyoman Dhamantra Ditolak

I Nyoman Dhamantra.

Beritabalionline.com – Hakim Tunggal Krisnugroho tolak gugatan praperadilan yang diajukan oleh I Nyoman Dhamantra terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Putusan itu dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Dalam eksepsi, menolak seluruhnya. Dalam perkara, menolak permohonan yang diajukan oleh pemohon untuk seluruhnya,” ujar Hakim Tunggal Krisnugroho, Jakarta Selatan, Selasa (12/11/2019).

Dalam sidang tersebut, menurut Hakim Tunggal Krisnugroho penetapan tersangka yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Nyoman sudah sesuai aturan.

“Menimbang penetapan tersangka telah seusai dengan aturan,” katanya.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan I Nyoman Dhamantra (INY) sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin impor bawang putih tahun 2019. Selain Nyoman, KPK juga menjerat lima orang lainnya dalam kasus ini.

Yakni Mirawati Basri (MBS) selaku orang kepercayaan Nyoman, Elviyanto (ELV) orang dekat Nyoman, dan tiga pihak swasta yakni Chandry Suanda (CSU) alias Afung, Doddy Wahyudi (DDW), dan Zulfikar (ZFK).

Nyoman diduga meminta fee sebesar Rp3,6 miliar dan Rp1.700 hingga Rp1.800 per kilogram dari pengurusan izin impor bawang putih dengan kuota 20 ribu ton untuk beberapa perusahaan termasuk perusahaan yang dimiliki oleh CSU alias Afung.

Dari komitmen fee tersebut, Nyoman diduga sudah menerima Rp2 miliar yang dikirim oleh Doddy ke rekening kasir money changer milik Nyoman. Rp2 miliar tersebut direncanakan untuk digunakan mengurus surat persetujuan impor (SPI). (itn)

BACA JUGA:  Lolos Verifikasi, SMSI Resmi Jadi Konstituen Dewan Pers