Di Bali, Hari Ayah Tak Sepopuler Hari Ibu

Ayah dan anak.

Beritabalionline.com – Pada Selasa (12/11/2019) kemarin sebagian masyarakat Indonesia memperingati Hari Ayah. Di Indonesia Hari Ayah diperingati setiap 12 November setiap tahunnya. Hanya saja, peringatan Hari Ayah tidak banyak diketahui masyarakat luas, termasuk warga Bali sendiri.

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, Hari Ibu sudah tidak begitu asing. Karena itu, Hari Ibu yang jatuh pada setiap 12 Desember selalu diperingati oleh sebagian masyarakat di Tanah Air dengan beragam cara. Namun tidak demikian dengan Hari Ayah, selain tidak diperingati secara khusus, juga tidak banyak masyarakat yang mengetahui tentang Hari Ayah.

Tidak populernya Hari Ayah di Indonesia dipengaruhi oleh banyak sebab, salah satunya tidak adanya iklan atau pemberitahuan secara luas mengenai perayaan Hari Ayah jika dibandingkan dengan Hari Ibu.

Hari Ayah pertama kali muncul sebagai peringatan pada 1910 berkat usaha Sonora Smart Dodd. Perempuan asal Washington yang lahir pada 1882 itu, terinspirasi dari Anna Jarvis yang berperan besar dalam pembentukan perayaan Hari Ibu pada 1909.

Menurut lansiran Kadoku, ibu Sonora meninggal saat melahirkan. Alih-alih menikah lagi, ayahnya memutuskan untuk membesarkan keenam anaknya sendiri setelah istrinya meninggal.

Pada usianya yang ke-27 tahun, Sonora berpikir jika ada hari untuk menghormati ibu, mengapa mereka tidak bisa melakukan hal yang sama untuk ayah. Terlebih, setelah ia tumbuh besar bersama sang ayah, Sonora merasa ayahnya pantas mendapatkan pengakuan yang sama.

Ia akhirnya mengusulkan idenya ke publik dan pemerintah. Usaha Sonora berhasil, perayaan Hari Ayah pertama dimulai pada tahun 1910.

Sejak abad ke-12, sebagian besar negara merayakan Hari Ayah pada Minggu ketiga bulan Juni, seperti Australia, China, Jepang, Selandia Baru, Singapura, hingga Turki. Tapi negara-negara lainnya memiliki tanggal tertentu karena alasan sejarah atau budaya.

BACA JUGA:  Ubud Masuk Daftar Kota Terbaik di Dunia

Di Indonesia sendiri, Hari Ayah pertama diperingati pada 12 November 2006 oleh sekelompok anggota komunitas antaragama di Solo, Jawa Tengah. Sejak saat itu, Hari Ayah di Indonesia diperingati pada 12 November setiap tahunnya.

Sayangnya, memiliki tanggal perayaan bukan berarti semua orang akan mengetahuinya. Banyak lapisan masyarakat di Indonesia yang bahkan tidak tahu bahwa Hari Ayah ada karena tidak memiliki popularitas yang sama seperti Hari Ibu.

Bahkan di sekolah, Hari Ibu selalu memiliki momen tersendiri, seperti guru yang meminta para muridnya untuk membuat surat kepada ibu pada 22 Desember.

Bahkan tertulis dalam laman AnydayGuide, Hari Ayah di Indonesia bukanlah hal yang umum bagi anak-anak Indonesia untuk memberikan hadiah kepada ayah ataupun kartu ucapan.

“Dalam masyarakat Indonesia, lelaki secara tradisional adalah penyokong utama bagi istri dan anak-anak. Mereka mempertahankan posisi kepala rumah tangga. Ayah sangat dihormati dan sering menjaga jarak dari anak-anak mereka,” tulis AnydayGuide.

Ayah memainkan peran yang sama pentingnya dalam keluarga, termasuk mengasuh anak. Meskipun ayah tidak memiliki sisi sentimental yang sama seperti ibu, pada kenyataannya, ayah memiliki tanggung jawab menopang beban keluarga, seperti memberi nafkah. Karenanya, sosok ayah disebut sebagai kepala keluarga karena ia yang selalu diandalkan oleh istri dan anak-anaknya.

Warganet Ramai-ramai Rayakan

Hari Ayah di Indonesia diperingati setiap 12 November setiap tahunnya. Meskipun peringatan ini tidak banyak diketahui masyarakat luas, tapi tak sedikit warganet yang turut merayakannya di media sosial seperti Twitter, Facebook dan Instagram.

Bahkan kata kunci Selamat Hari Ayah dan tagar #HariAyahNasional menjadi Trending Topic Twitter Indonesia dengan jumlah lebih dari 2 ribu tweet.

Warganet mencuitkan harapan dan doa kepada ayah mereka, yang selama ini tidak pernah dikatakan secara langsung. Mereka juga mengungkapkan rasa terima kasih atas pengorbanan dan perjuangan sang ayah.

BACA JUGA:  3 W : Jurus Sakti Menghindari Covid-19

Tak hanya itu, Hari Ayah 2019 juga dijadikan momen beberapa warganet dalam mengenang ayah mereka yang telah tiada. Tak sedikit yang mengatakan untuk menyayangi sosok ayah selama beliau masih hidup di dunia.

“Untuk yang bangun paling pagi, berangkat lebih awal, dan sampai di rumah paling akhir; Selamat Hari Ayah. Kau lebih hebat dari perumpamaan apapun,” tulis akun @ericmarchell.

“Semoga engkau di sana di tempat yang paling bahagia. Selalu di samping Allah SWT. Diampunkan kesalahanmu dan diterima kebaikanmu oleh-Nya, aamiin. Aku rindu bapak. Selamat hari ayah, bagi yang masih punya ayah jangan sia-siakan apa yang beliau berikan ke kita,” cuit @prastyobn.

“Selamat Hari Ayah! Dari anak perempuan yang selalu gengsi untuk nanya kabar ayahnya duluan,” tambah @riqqefarizka.

“Selamat Hari Ayah. Maafkan kami yang belum bisa memenuhi ekspektasimu, maafkan kami yang masih menyusahkanmu. kerja keras dan kasih sayangmu akan kuceritakan ke anak cucu kelak nanti, bahwa aku bangga punya ayah sepertimu #HariAyahNasional,” komentar @gfrankozolla.

“Selamat Hari Ayah Nasional! Terima kasih telah merawat serta membimbingku selama 16 tahun penuh, turut berduka untuk 3 tahunku tanpamu. I lost you, but you still there in my heart #HariAyahNasional,” ungkap @LoyalAghase7.

Selain itu, Google juga turut merayakan Hari Ayah 2019 Indonesia di tampilan awal halaman pencarian. Doodle tersebut menampilkan animasi keluarga bebek dengan tiga tombol yang berbeda. (itn)