Pemprov Bali Butuh Dana Rp771 Miliar Jika Iuran BPJS Dinaikan

Gubernur Bali I Wayan Koster.

Beritabalionline.com – Gubernur Bali I Wayan Koster merasa keberatan dengan naiknya iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS). Dia mengungkapkan, naiknya BPJS itu tentu memberatkan masyarakat di daerah.

“Kita akan menyampaikan kepada Pemerintah Pusat keberatan BPJS dinaikan. Dan terlalu berat beban buat di daerah,” katanya kepada wartawan di Denpasar, pada Senin (11/11/2019).

Sementara di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya menyampaikan, untuk jumlah peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang ditanggung provinsi tahun 2019 sekitar 1,5 juta jiwa lebih.

Jika iuran BPJS kelas III naik, dari Rp23 ribu/bulan/orang menjadi Rp42 ribu/bulan/orang, Pemprov membutuhkan sekitar Rp771 miliar.

Dengan angka tersebut, Suarjaya menjelaskan, kenaikan iuran BPJS hanya membebani pemerintah daerah. Selain itu, ia juga berharap pemerintah pusat bisa memberikan bantuan subsidi untuk PBI kelas III ini.

“Saya juga keberatan, apalagi kalau memberatkan daerah. Kecuali kalau ada subsidi dari pemerintah pusat ya jadi sama dengan tahun lalu Rp23 ribu dan sisanya disubsidi pemerintah pusat, iya masih masuk akal,” tutupnya. (itn)

BACA JUGA:  Polisi Sidak Platinum Karaoke, 'Warning' Pihak Manajemen Tak Buka Selama PPKM