Menham Prabowo Pastikan Tidak akan Ada Wajib Militer

Prabowo Raker dengan Komisi I DPR RI. (foto : Liputan6.com)

Beritabalionline.com – Menteri Pertahanan Ptrabowo Subianto mengatakan, kalangan rakyat merupakan komponen cadangan militer. Namun, dia menambahkan, bukan berarti negara akan ada menerapkan wajib militer.

“Saya kira dalam Undang-Undang kita tidak sampai di situ, Tapi lebih bersifat komponen cadangan. Nanti pada saatnya akan kita tampilkan,” kata Prabowo usai paparan di Komisi I DPR RI, Senin (11/11/2019).

Dia mengungkapkan, konsep pertahanan rakyat semesta telah menjadi doktrin pertanahan yang dianut oleh Bangsa Indonesia sejak kemerdekaan. Saat ini, dirinya akan memodernisasi saja.

“Ini sudah lama kan, konsep kita dari dulu memang demikian, (dari) tahun 1945, 1950 an sudah teruji sejarah, kita tinggal mutakhirkan, modernisasikan, sesuai kondisi bangsa,” ujarnya.

Pada bagian lain Prabowo juga menjelaskan soal komponen-komponen pertahanan Indonesia dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR.

Untuk komponen cadangan pertahanan negara, Prabowo mengatakan pihaknya akan menggandeng Kementerian Pertahanan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk menghasilkan perwira dari kalangan mahasiswa hingga lulusan S3.

“Terutama para golongan terdidik, S3, S2, S1 lalu golongan mahasiswa,” kata Prabowo usai memberi pemaparan.

Prabowo menyebut komponen cadangan itu memang berasal sari kalangan rakyat sipil, khususnya kalangan berpendidikan.

“Iya tentunya harus kita ikut sertakan karena dalam kompetensi cadangan, itu juga menyangkut pembentukan kekuatan cadangan kita yang akan mengandalkan kekuatan rakyat,” ucapnya. (itn)

BACA JUGA:  Wamena Mencekam, Kerusuhan Tewaskan 17 Orang, 66 Lainnya Luka Bacok