Levering Berbahaya, Bupati Suwirta Tuntaskan Bantuan Listrik Warga Miskin

Bupati Suwirta (tekan sakral) bersama General Manager PLN Unit Induk Distribusi Bali Nyoman S Astawa mencoba bantuan listrik gratis kepada warga miskin di Dusun Sengkiding, Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Pemkab Klungkung bersama PLN berkomitmen menuntaskan persoalan pengadaan listrik bagi warga miskin. Sebab, di Klungkung ditemukan puluhan warga miskin sudah menikmati listrik, tapi listriknya masih levering (nyantol) dari tetangga, orang lain maupun rumah tangga induk. Kondisi ini selain dinilai melanggar aturan juga berpotensi terjadi ancaman bahaya.

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta tahun ini membantu pengadaan listrik bagi warga miskin sebanyak 20 sambungan dan pihak pegawai PLN melalui program one man one hope membantu 34 sambungan. Total ada 54 sambungan listrik diserahkan kepada warga miskin di Kabupaten Klungkung.

Penyerahan sambungan listrik gratis bagi warga miskin secara simbolis dilaksanakan di Balai Banjar Sengkiding, Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan, Selasa (5/11/2019), dihadiri langsung Bupati Suwirta bersama General Menager PLN Unit Induk Distribusi Bali Nyoman S Astawa.

Pada kesempatan itu, Bupati Suwirta menyampaikan, sejak diluncurkannya program bedah desa tahun 2014 sudah banyak membantu pengadaan listrik untuk warga miskin dengan menggunakan dana operasional, termasuk juga uang pribadinya.

”Apa yang saya lakukan bagian dari tanggung jawab sebagai kepala daerah. Saat saya turun ke desa-desa, saya berpikir secara logika, masa di zaman seperti sekarang ini tidak punya listrik. Dari situlah saya katakan saya bantu untuk pemasangan listriknya,” kata Bupati Suwirta dihadapan warga Desa Aan.

”Kalau ada orang yang menilai saya belog ajum (pencitraan) silakan saja, tapi itulah (membantu) jadi karakterk saya,” tandas Suwirta seraya menyampaikan ucapan terima kasih kepada manajemen PLN yang sudah ikut peduli mengatasi warga miskin di Kabupaten Klungkung.

General Manager PLN Unit Inudk Distribusi Bali, Nyoman S Astawa mengatakan, di Kabupaten Klungkung ada 894 bantuan penyambungan baru listrik. Tapi sebanyak 118 sudah menyambung sendiri, 722 yang dulunya menikmati listrik tapi belum menjadi pelanggan, saat ini terbilang sudah menjadi pelanggan PLN.

BACA JUGA:  Terseret Arus Sungai, Anggota Babinsa Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

“Sisanya sebanyak 54 rumah, hari ini kami serahkan bantuan secara simbolik. Dari 54, 20 sambungan merupakan bantuan Pak Bupati dan 34 sambungan merupakan batuan dari pegawai PLN melalui program one man one hope. Dengan begitu di Klungkung tidak ada rumah yang masih nyalur, semua sudah menjadi pelanggan,” katanya.

Ia menambahkan penyambungan listrik secara levering tidak dibenarkan secara aturan, disamping tidak aman. “Karena jual beli kami hanya untuk pelanggan itu sendiri. Jangankan beli, gratis saja tidak boleh menyalurkan kepada orang lain. Disamping tidak aman karena instalasi yang digunakan tidak standar,” imbuh S Astawa.

Salah seorang penerima bantuan pemasangan listrik gratis, Putu Suweta mengaku berterima kasih sudah dibantu listrik secara gratis. Sebab selama 9 tahun dirinya menikmati listrik dengan cara levering (nyantol) dari listrik milik subak setempat.

Suweta harus menarik kabel dari Pura Subak hingga ke rumahnya sejauh 1 kilometer. “Saya berterima kasih atas bantuan ini. Setelah ada listrik ini saya berencana akan buat usaha jajan bali,” ungkap bapak tiga anak ini bersama istrinya Putu Sutini. (yaw)