Polisi Temukan Sekoci Milik WNA Australia yang Hilang di Pantai Mertasari, Sanur

Polisi menyerahkan sekoci yang hilang kepada WNA Australia. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Warga Negara Asing asal Austalia bernama Toby Alan Wharton mengalami nasib apes. Ia kehilangan sekoci saat ditambatkan di perairan Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar Selatan.

“Sekoci milik korban yang hilang berbahan dasar alumunium dengan mesin tempel Yamaha kapsitas 5pk. Panjang sekoci tiga meter dengan lebar dua meter,” terang Kasubdit Gakkum AKBP Swittanto Prasetyo saat dikonfirmasi, Senin (4/11/2019).

Korban mengatakan, sebelum hilang sekoci bertuliskan “BLUE FIN SCALLYWAG 3M” pada buritan kapal lego jangkar dan ditambatkan di perairan Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, Selasa (29/10/2019) sekitar pukul 23.00 WITA.

Selanjutnya korban yang mengaku menderita kerugian sekitar Rp50 juta melapor ke kantor Polisi Perairan dan Udara (Polairud) yang terletak di Pelabuhan Benoa, Denpasar. Kasus tersebut langsung ditangani Sub Direktorat Peneggakan Hukum (gakkum) Ditpolairud Polda Bali.

Dari informasi nelayan pada saat mencari ikan, sekoci yang ciri-cirinya sesuai dengan milik WNA Austarlia tersebut diketahui terombang-ambing di Perairan Pandawa, Kutuh, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Minggu (3/11/2019) sekitar pukul 11.00 WITA.

“Informasi kami tindaklanjuti dengan melaksanakan pengecekan ke perairan Pandawa Kutuh menggunakan Kapal Patroli XI-2010 Tanjung Geger,” jelas AKBP Prasetyo.

“Setelah dicek, sekoci tersebut milik WNA Austarlia yang hilang pada saat ditambatkan di kapal perairan Pamtai Mertasari,” sambungnya.

Sekoci tersebut kemudian ditarik dan dititipkan di gudang water sport Pandawa Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung sebelum diserahkan kepada pemilik. Serah terima dilakukan di Markas Komando (Mako) Subdit Patroli Airud Pelabuhan Benoa, Senin (4/11/2019).

“Kami Dit Polairud Polda Bali mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang secara peduli melaporkan kepada polisi atas penemuan sekoci yang hilang,” ucap AKBP Prasetyo. (agw)

BACA JUGA:  Bali Butuh Sinergi Pengembangan Teknologi Pintar dan Kearifan Lokal