Koster ‘Taklukkan’ Pelindo, Sebagian Lahan Bekas Reklamasi Jadi Hutan Kota

Gubernur Koster memperlihatkan rencana pembangunan kawasan Pelabuhan Benoa. (foto : Agung/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Keinginan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III untuk mengembangkan kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, tampaknya tidak berjalan mulus. Padahal, proyek yang dimulai dengan mereklamasi lahan seluas 85 hektar tersebut hanya tinggal lima persen.

“Untuk proyek pengembangan yang rencananya seluas 85 hektar, kita minta dikurangi, dan Pelindo sudah mau mengurangi menjadi 70 hektar,” terang Gubernur Bali Wayan Koster kepada awak media di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jayasabha, Denpasar, Sabtu (2/11/2019).

Tidak hanya itu, Koster juga meminta Pelindo merubah desain dan peruntukan lahan. Di area dumping 1 seluas 25 hektar yang terletak di sebelah selatan Pelabuhan Benoa, 13 hektar atau 51 persen digunakan untuk hutan kota.

Sedangkan 12 hektar atau 49 persen dibangun zona perikanan. Di zona tersebut akan ada dermaga perikanan, cold storage, fasilitas IPAL dan lain-lain.

Untuk area dumping 2 seluas 55 hektar yang berada di sebelah barat atau pintu keluar masuk Tol Bali Mandara, 51 persen atau 23 hektar menjadi hutan kota, sedangkan 22 hektar atau 49 persen dibangun zona terminal energi.

Terkait hutan kota, Koster yang saat memberikan keterangan didampingi Deputi Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaludin dan Direktur Utama PT Pelindo III, Doso Agung menyebutkan bahwa hutan kota nantinya berisi taman kecil agar masyarakat bisa menikmati suasana pepohonan hijau.

Namun ketika ditanya apakah di dalam hutan berdiri bangunan rumah makan, Koster menegaskan tidak ada bangunan lain-lain.

“Pelindo juga kita minta menyiapkan lahan seluah satu hektar untuk masyarakat yang akan melaksanakan melasti. Secepatnya kita minta dibuat, agar sebelum Hari Raya Nyepi tahun 2020 sudah bisa digunakan,” tandasnya. (agw)