Imbas Polemik Proyek Pelabuhan Benoa, Gubernur Koster Tutup Restoran Akame

Restoran Akame. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Permintaan Gubernur Bali Wayan Koster untuk membersihkan tempat-tempat usaha yang berdiri di atas lahan milik Pelabuhan Benoa, Denpasar diamini oleh Pelindo.

“Mulai tahun depan atau 2020, kita putuskan untuk menghentikan kerja sama dengan perusahaan-perusahan yang ada di sekitar Pelabuhan Benoa,” ucap Direktur Utama PT Pelindo III, Doso Agung kepada wartawan di Denpasar, Sabtu (2/11/2019).

Salah satu tempat usaha yang terancam digusur yakni Restoran Akame. Padahal, kontrak kerja sama Pelabuhan Benoa dengan restoran seluas sekitar 6 hektar yang di dalamnya berisi spot olahraga air ini akan berakhir tahun 2023.

“Kami baru memperpanjang kontrak tahun 2018 dan berakhir 2023. Tapi 2020 sesuai arahan Pak Gubernur tidak boleh lagi. Masih ada waktu 13 bulan bagi Akame untuk pindah atau apalah, ini dilakukan demi kepentingan lebih besar,” jelasnya.

Ketika ditanya jika pihak Akame maupun usaha-usaha lain di area Pelabuhan Benoa melakukan gugatan atas penutupan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pihaknya tidak mengkhawatirkan hal itu.

“Sudah ada keputusan untuk menutup, kalau mereka mempersoalkan dengan melakukan gugatan, akan ada resiko lain yang didapat nanti,” ucap Gubernur yang juga sekaligus Ketua DPD PDIP Bali ini.

Penutupan Restoran Akame dan beberapa tempat usaha lain merupakan buntut dari persoalan proyek pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa Denpasar.

Di mana Gubernur Bali Wayan Koster meminta kepada perusahaan BUMN tersebut untuk menata ulang lahan yang sudah direklamasi. Dampaknya, lokasi usaha yang berada tidak jauh dari dumping 1 harus ditutup. (agw)