Personel Kodim Jembrana Amankan Warga Sipil Kenakan Seragam TNI

Petugas gabungan memeriksa mobil boks yang tengah melintas. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Personel Kodim 1617/Jembrana mengamankan seorang warga karena kedapatan memakai seragam TNI lengkap dengan atribut. Warga yang belum diketahui identitasnya ini kemudian disuruh melepas seragam TNI yang digunakan.

“Kita tidak ingin seragam TNI disalahgunakan, dan hal ini tentu melanggar aturan jika digunakan warga sipil. Sehingga seragam TNI tersebut disita dan diamankan,” terang Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav Djefri Marsono Hanok, Rabu (30/10/2019) di Jembrana.

Sebelumnya, tim gabungan yang terdiri dari Polres Jembrana, Kodim 1617/Jembrana, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Karantina, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Jembrana menggelar razia dan sidang di tempat, Selasa (29/10/2019) di depan Kantor Bupati Jembrana.

Selain Dandim, Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa juga turut terjun langsung ke lapangan memantau jalannya razia. Pemeriksaan dilakukan terhadap semua kendaraan seperti kelengkapan surat-surat, termasuk juga penumpang bus yang diperiksa kartu tanda penduduknya.

“Kita menginginkan keamanan dan ketertiban di wilayah Jembrana tetap kondusif terlebih kabupaten di wilayah barat Pulau Bali ini sebagai pintu masuk dari wilayah Pulau Jawa,” jelas Dandim.

Di tempat yang sama Kabagops Polres Jembrana Kompol Wayan Sinaryasa mengatakan, operasi gabungan ini dilaksanakan dalam rangka meminimalisir pelanggaran, baik dalam hal administrasi kependudukan, pelanggaran lalu lintas dan yang lainnya.

Selain dilakukan pembinaan kepada warga masyarakat yang melanggar, operasi ini juga untuk mencegah terjadinya penyelundupan seperti hewan dan barang ke wilayah Bali. Sehingga operasi digelar dengan melibatkan beberapa instansi terkait.

Dalam operasi gabungan, ditemukan 5 orang penumpang bus tanpa membawa identitas yang selanjutnya diproses. Selain itu juga ditemukan pelanggaran pengendara tanpa SIM, STNK dan kelengkapan lainnya termasuk kendaraan yang masa berlaku KIR atau uji kelayakannya di jalan raya sudah mati. (agw)